Advanced Micro Devices (AMD) memperkenalkan arsitektur chiplet 3D barunya. Dikembangkan bersama Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), pada Computex 2021 virtual yang sedang berlangsung Senin, 31 Mei 2021 di Taipei. Selama pidato utamanya, CEO AMD Lisa Su berbicara soal terobosan pengemasan yang menggabungkan arsitektur chiplet inovatif AMD dengan stacking 3D menggunakan pendekatan hybrid di industri yang menyediakan lebih dari 200 kali kepadatan interkoneksi. Pada chiplet 2D dan lebih dari 15 kali kepadatan dibandingkan dengan solusi pengemasan 3D yang ada. “Penerapan pertama teknologi chiplet 3D kami di Computex menunjukkan komitmen kami untuk terus mendorong komputasi dengan perfroma tinggi untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan,” kata Su. Baca Juga: AMD EPYC 7003 Series Bakal Menyokong Kinerja NSCC, Supercomputer Terkencang Di Singapura Su kemudian mencatat pengalaman AMD dalam
News
AMD EPYC 7003 Series Bakal Menyokong Kinerja NSCC, Supercomputer Terkencang di Singapura
AMD mengumumkan bahwa produknya, prosesor AMD EPYC 7003 Series bakal dipakai penuh National Supercomputing Centre (NSCC) Singapura pada tahun 2022. Sistem komputer yang digunakan adalah HPE Cray EX supercomputer yang menggunakan perpaduan prosesor EPYC 7763 dan prosesor EPYC 75F3. “Prosesor AMD EPYC adalah pilihan utama untuk penelitian HPC yang berdampak pada dunia, dan itulah mengapa Prosesor AMD EPYC dipilih untuk mendukung supercomputer paling bertenaga di Singapura,” jelas Ram Peddibhotla, Corporate Vice President, AMD EPYC Product Management seperti press release yang ONEtech.id terima. Ram mengakui bahwa pihaknya sangat senang bekerja dengan Hewlett Packard Enterprise dan NSCC untuk membantu membuka penemuan ilmiah di bidang kedokteran, penyakit, iklim, teknik, dan lainnya. NSCC Singapura yang didirikan pada tahun 2015 mendukung kebutuhan penelitian menggunakan komputasi dengan performa tinggi (High Performance Computing-HPC) di sektor publik maupun swasta, termasuk lembaga penelitian, lembaga
Samsung SDI Siap Produksi Baterai Baru untuk Pasar Mobil Listrik Eropa
Presiden dan CEO Samsung SDI Jun Young-hyun diyakini bakal pergi ke Hongaria pada Juni 2021. Kunjungan yang pertama ke luar negeri sejak pandemic Covid-19 ini digunakan Jun untuk melihat pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik yang kedua. Hal ini diungkap pada Minggu, 16 Mei 2021. Dikutip dari The Korea Herald, Jun diagendakan untuk melakukan pemeriksaan akhir di pabriknya di Kota Goed, Hongaria utara. Pabrik kedua ini akan mulai memproduksi baterai jenis baru mulai paruh kedua tahun 2021. “(Baterai baru yang dinamai) baterai Gen5 NCA itu mengandung 88 persen nikel. Baterai ini akan memberikan jarak mengemudi yang lebih jauh,” menurut sumber Samsung SDI. Baca Juga: Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor Untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia Langkah strategis perusahaan ini terbilang mengikuti pasar mobil listrik
AMD Perluas Pengalaman Ngegame melalui Radeon Software Adrenalin Terbaru
Di minggu ini, AMD merilis pembaruan perangkat lunak kartu grafis Radeon Software Adrenalin versi 21.4.1. Insinyur AMD mengklaim perangkat lunak baru ini hadir dengan sejumlah peningkatan pada aspek pengalaman GPU AMD, termasuk stabilitas driver, kinerja frame-rate, dan system health monitoring. “Menyediakan hardware bertenaga untuk menghadirkan pengalaman luar biasa AAA, esports, dan multiplayer kelas dunia yang diharapkan para gamer,” kata Frank Azor, chief architect of Gaming Solutions, AMD di dalam press release yang diterima ONEtech.id di Jakarta, Kamis, 21 April 2021. Mereka yang terbiasa dengan versi Adrenalin sebelumnya tidak akan terpengaruh oleh User Interface (UI), karena banyak elemen dan aspek navigasi yang sama. Kali ini, AMD lebih fokus pada pengalaman bermain game yang imersif dan lengkap. “Tujuan kami adalah memungkinkan para gamer untuk membuka
Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia
Dunia sedang mengalami krisis ketersedian chip. Tidak hanya mengganggu produksi telepon genggam, tetapi mulai meluas ke industri mobil hingga televisi. Korea Selatan menanggapi situasi ini dengan menggenjot produksi lokal melalui RUU Industri Semikonduktor. Ada banyak alasan di balik krisis ini. Menurut Neil Mawston, seorang analis di Strategy Analytics, kepada Bloomberg dia mengatakan bahwa penyebab kelangkaan chip adalah dampak dari pandemi COVID-19 yang membuat jaga jarak serta sosial di pabrik. Juga karena meningkatnya persaingan dari tablet, laptop, dan mobil listrik di antara para produsen. Pihak lain menyoroti sanksi AS khususnya di era Presiden Donald Trump. Salah satu Chairman Huawei Eric Xu di CNBC Indonesia, mengatakan sanksi AS kepada Huawei Technologies sebagai penyebab kurangnya pasokan chip global yang terjadi saat ini. Hl ini mengganggu
Berikut Spesifikasi dan Laptop yang Memakai AMD Ryzen 5000 Series
Setelah ditunggu lama, akhirnya AMD secara resmi meluncurkan Prosesor Mobile AMD Ryzen 5000 Series untuk pasar Indonesia. Ada dua jenis yang akan masuk, Ryzen 5000 Series H-Series dan U-Series. "Prosesor Ryzen 5000 U-Series ditujukan untuk laptop tipis dan ringan, sedangkan prosesor Ryzen 5000 H-Series menyasar ke segmen laptop untuk para gamer dan kreator konten," kata Paige Shi Director of AMD Consumer Business for Asia Pacific & Japan, dalam acara peluncuran virtual bertajuk "Power Your Next," Rabu, 31 Maret 2021. Paige Shi Director of AMD Consumer Business for Asia Pacific & Japan Baca Juga: AMD EPYC 7003 Series Hadir Sebagai Prosesor Server Terkencang Kedua prosesor tersebut hadir hingga 8 core dan 16 thread yang dibangun di atas arsitektur terbaru AMD 7nm "Zen 3." Produk ini
Pasar Smart City Mencapai USD820 Miliar, Qlue Siap Masuk Jepang
Tidak semua bisnis runtuh saat pandemi Covid-19. Perusahaan rintisan Qlue menjadi salah satunya yang justru mengalami pertumbuhan mencapai 70 persen di tahun 2020. “Pertumbuhan ini akan kami jadikan modal utama untuk terus menyongsong masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia,” kata Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue saat jumpa pers virtual 5th Anniversary Qlue di Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021. Menurutnya, meningkatnya usaha yang didirikannya 5 tahun silan itu tak lepas dari integrasi solusi smart city dengan kebutuhan di masa pandemi yang memaksa orang untuk saling menjaga jarak. Dengan teknologi, kita yang berjaga jarak tetap bisa terhubung dan produktif. Itulah mengapa, bisnis ini bisa membantu berputarnya roda perekonomian secara nasional. Baca Juga: Mari Awasi Pilkada Menggunakan Aplikasi Qlue “Hal ini yang mendorong kami untuk
AMD EPYC 7003 Series Hadir Sebagai Prosesor Server Terkencang
AMD menghadirkan prosesor server paling kencang di dunia, AMD EPYC 7003 series. Total ada 19 prosesor yang diluncurkan, mulai dari seri paling rendah yaitu EPYC 72F3 yang memiliki 8 core 16 threads, sampai yang tertinggi yaitu EPYC 7763 yang memiliki 64 core 128 threads. “Dengan peluncuran prosesor AMD EPYC Generasi Ketiga, kami sangat senang untuk menghadirkan CPU server terkencang di dunia. Prosesor ini memperluas kepemimpinan data center kami dan membantu pelanggan memecahkan tantangan Teknologi Informasi paling kompleks saat ini, sekaligus mengembangkan ekosistem kami secara substansial, ”kata Forrest Norrod, senior vice president and general manager, Data Center and Embedded Solutions Business Group, dalam press release yang ONEtech.id terima, Senin, 15 Maret 2021 Dengan demikian, lanjutnya, AMD memecahkan halangan exascale dalam supercomputer dan membantu
AMD Luncurkan Ryzen PRO 5000 Series untuk Laptop Enterprise
AMD meluncurkan Ryzen PRO 5000 series, prosesor untuk laptop bisnis enterprise. Ada tiga jenis prosesor, yakni Ryzen 7 PRO 5850U, Ryzen 5 PRO 5650U, dan Ryzen 3 PRO 5450U. “Prosesor Mobile AMD Ryzen PRO 5000 Series baru secara signifikan meningkatkan kapabilitas notebook ultrathin enterprise dan menghadirkan pengalaman pengguna terbaik di kelasnya dengan performa terdepan, daya tahan baterai yang luar biasa, dan fitur keamanan yang kuat untuk setiap lingkungan kerja,” kata Saeid Moshkelani, senior vice president and general manager AMD, Client Business Unit, sebagaimana disampaikan di press release yang ONEtech.id terima, Selasa, 16 Maret 2021. Secara ringkas, spesifikasi Ryzen 7 PRO 5850U memiliki 8 core dan 16 thread yang menawarkan performa multi-threaded hingga 57 persen lebih banyak dari kompetitor. Seri ini juga dirancang
Perluas Pasar, Hitachi Vantara Gandeng ECS Indo Jaya
Hitachi Vantara menggandeng PT. ESC Indo Jaya untuk memperluas pasar untuk solusi dan infrastruktur digital subsidiary. Langkah ini penting guna menjangkau kebutuhan transformasi digital yang marak di era pandemi Covid-19. “Kemitraan ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung akselerasi transformasi bisnis secara digital yang aman dan fleksibel,” kata Robert Kayatoe, Country Manager, Hitachi Vantara Indonesia di dalam press release yang diterima ONEtech.id, Selasa, 16 Maret 2021 Menurut Robert, rekam jejak PT. ECS Indo Jaya di industri Teknologi Informasi di Indonesia akan menghadirkan ekosistem baru bagi Hitachi Vantara dengan menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Terutama untuk wilayah di luar Jabodetabek. Hal ini sejalan dengan tujuan Hitachi Vantara untuk menghadirkan solusi mid-range bagi perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia. Baca Juga: Hitachi Vantara Hadirkan Solusi Penyimpanan









