AMD mengonfirmasi bahwa U.S. Department of Energy’s (DOE) Laboratorium Nasional Argonne (Argonne) telah memilih prosesor AMD EPYC untuk menyokong Polaris, sebuah supercomputer baru. Ini akan memungkinkan para ilmuwan dan pengembang untuk menguji dan mengoptimalkan kode perangkat lunak dan aplikasi untuk menangani berbagai kecerdasan buatan (AI), rekayasa dan proyek ilmiah yang direncanakan untuk superkomputer exascale yang akan datang, Aurora, sebuah kolaborasi bersama antara Argonne dan Hewlett Packard Enterprise (HPE). Polaris akan menggunakan Prosesor EPYC Generasi Kedua dan kemudian ditingkatkan ke Prosesor AMD EPYC Generasi Ketiga. “Prosesor server AMD EPYC terus menjadi pilihan utama untuk penelitian HPC modern, memberikan kinerja dan kemampuan yang dibutuhkan utuk membantu memecahkan masalah kompleks yang akan ditangani oleh komputasi pra-exascale dan exascale,” kata Forrest Norrod, Senior Vice President and
Tag: ForrestNorrod
AMD EPYC 7003 Series Hadir Sebagai Prosesor Server Terkencang
AMD menghadirkan prosesor server paling kencang di dunia, AMD EPYC 7003 series. Total ada 19 prosesor yang diluncurkan, mulai dari seri paling rendah yaitu EPYC 72F3 yang memiliki 8 core 16 threads, sampai yang tertinggi yaitu EPYC 7763 yang memiliki 64 core 128 threads. “Dengan peluncuran prosesor AMD EPYC Generasi Ketiga, kami sangat senang untuk menghadirkan CPU server terkencang di dunia. Prosesor ini memperluas kepemimpinan data center kami dan membantu pelanggan memecahkan tantangan Teknologi Informasi paling kompleks saat ini, sekaligus mengembangkan ekosistem kami secara substansial, ”kata Forrest Norrod, senior vice president and general manager, Data Center and Embedded Solutions Business Group, dalam press release yang ONEtech.id terima, Senin, 15 Maret 2021 Dengan demikian, lanjutnya, AMD memecahkan halangan exascale dalam supercomputer dan membantu

