Setelah Malaysia, Filipina dan Jepang, kini Qlue menjajaki kerja sama dengan Korea Selatan untuk mewujudkan smart transportation di Negeri K-Pop tersebut. Penjajakan ini bersamaan dengan kerja sama yang dilakukan Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dengan ITS Korea Selatan melalui penandatanganan MoU. Baca Juga: Pasar Smart City Mencapai USD820 Miliar, Qlue Siap Masuk Jepang “Sebagai bagian dari anggota ITS Indonesia, kami menyambut baik potensi kerjasama antara Qlue dengan entitas bisnis di Korea Selatan dalam mendorong pembangunan di era Society 5.0 yang berbasis digitalisasi untuk menghubungkan layanan transportasi, kesehatan, hingga tata kelola pelayanan publik,” kata President Qlue Maya Arvini dalam keterangan persnya, Rabu 6 Juli 2022. Untuk mulai menjajaki pasar di Korea Selatan, Qlue akan melibatkan startup teknologi di Korea Selatan. Bersama mereka, Qlue akan
Tag: ramaraditya
Pasar Smart City Mencapai USD820 Miliar, Qlue Siap Masuk Jepang
Tidak semua bisnis runtuh saat pandemi Covid-19. Perusahaan rintisan Qlue menjadi salah satunya yang justru mengalami pertumbuhan mencapai 70 persen di tahun 2020. “Pertumbuhan ini akan kami jadikan modal utama untuk terus menyongsong masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia,” kata Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue saat jumpa pers virtual 5th Anniversary Qlue di Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021. Menurutnya, meningkatnya usaha yang didirikannya 5 tahun silan itu tak lepas dari integrasi solusi smart city dengan kebutuhan di masa pandemi yang memaksa orang untuk saling menjaga jarak. Dengan teknologi, kita yang berjaga jarak tetap bisa terhubung dan produktif. Itulah mengapa, bisnis ini bisa membantu berputarnya roda perekonomian secara nasional. Baca Juga: Mari Awasi Pilkada Menggunakan Aplikasi Qlue “Hal ini yang mendorong kami untuk
Mari Awasi Pilkada Menggunakan Aplikasi Qlue
Pilkada akan dimulai 9 Desember 2020. Untuk mengawal pesta demokrasi di tengah pandemi ini, aplikasi Qlue melakukan kolaborasi dengan Pilkada Watch. Harapannya, Pilkada dapat berlangsung aman, bersih, dan tetap sehat. Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue, menyebut kolaborasi ini tidak bisa dihindarkan. Pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk beradaptasi dengan menerapkan teknologi. Termasuk dalam pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung di 270 daerah dan melibatkan sekitar 105 juta pemilih. Teknologi memungkinkan pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan semestinya di tengah upaya tetap menjaga jarak dan setia pada protokol Kesehatan. Qlue dan Pilkada Watch menyediakan platform pelaporan bagi relawannya dan masyarakat umum untuk melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi saat penyelenggaraan Pilkada tahun ini. Hal tersebut bisa terwujud karena teknologi AI dan IoT dari Qlue diformuliasikan dengan
Hadapi Covid-19, Qlue dan Juragan Aplikasi Lain Turun Gunung
Jumlah kasus covid-19 semakin hari semakin mengkhawatirkan. Ada banyak upaya yang telah dilakukan Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus dari Wuhan ini. Kali ini, peran teknologi mau tidak mau turun gunung untuk membantu. Per hari ini, Jumat 27 Maret 2020 sudah ada 1.046 kasus orang terinfeksi virus corona alias covid-19 di Indonesia. 913 orang dirawat, 46 sembuh, dan 87 meninggal. Kasus tertinggi masih dipegang Jakarta dengan 598 kasus, lalu Jawa Barat 98 kasus, Banten 84 kasus, dan Jawa Timur 66 kasus. Di tingkat global, covid-19 sudah berada di 199 negara, dengan jumlah orang terinfeksi 465.915 orang sedangkan mereka yang meninggal mencapai 21.031 orang. Memerangi covid-19 tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Oleh karena itu Qlue meluncurkan Indonesia Bergerak, sebuah platform pelaporan warga dan informasi lengkap seputar Covid-19 di
Qlue Ditinggal Jakarta, Tapi Kini Dipakai Instansi Lain
Qlue sempat menjadi andalan Pemda DKI Jakarta dalam mendukung smart city. Namun, di era Gubernur Anies Baswedan, aplikasi ini mulai ditinggalkan. Uniknya, saat era Ibu Kota berakhir, Qlue dipercaya Pemda lain dan Swasta. Bahkan kini perusahaan besutan Rama Raditya diguyur dana melimpah. Belum lama ini, Qlue mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapatkan suntikan dana dari Venture Capital (VC) milik Telkom melalui MDI Ventures, dimana pendanaan ini dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture. Qlue akan memanfaatkan dana ini untuk memperkuat sumber daya manusia supaya lebih banyak ahli di bidang teknologi dan bisnis. Mereka diarahkan untuk mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT). Harapannya Qlue dapat meningkatkan layanan solusi smart city yang ditawarkan kepada setiap klien. “Misi kami sejak awal adalah untuk
Tampik Negara Lain, Qlue Fokus Wujudkan Indonesia Smart Nation
Penyedia ekosistem smart city Qlue sudah mulai dipakai di luar negeri, tetapi memilih untuk fokus memperbaiki Indonesia. "Sebenarnya kita sudah terpancing untuk mau keluar (negeri), cuman kita ingin ngebenerin di dalam negeri dulu. Karena itu, fokus kita masih di Indonesia," kata Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya, dalam satu kesempatan di Jakarta yang dihadiri penulis, 9 Mei 2019. Menurut Rama, Qlue yang lahir tahun 2014 sudah hadir di Malaysia sebagai solusi di salah satu mall, real estate, dan pabrik. Ada juga di Thailand, juga Myanmar. "Kalau di luar negeri itu sudah ada beberapa partner, tetapi itu bukan kantor kita sendiri, tetapi partner yang njualin produknya kita. Dalam waktu dekatlah kita akan ke sana. Namun demikian, fokus kita saat ini adalah ingin membuat Indonesia menjadi lebih baik." Dunia mengenal Qlue merupakan
Di Tengah Debat “Unicorn,” Start Up Qlue Raih Penghargaan
Di tengah hiruk pikuk debat capres yang mengeksploitasi poin "unicorn," salah satu start up besutan anak bangsa Qlue Smart City menyabet penghargaan internasional di The 7th World Government Summit. Inilah bukti nyata dari sebuah kerja keras, tekat kuat mengembangkan inovasi, dan memberi sumbangsih positif bagi banyak orang. "Pencapaian ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus berinovasi dengan mengembangkan teknologi Smart City yang dapat membantu masyarakat sesuai dengan misi Qlue," kata Rama Raditya, pendiri sekaligus CEO Qlue beberapa waktu lalu. Di acara bertema "Shaping Future Government" itu, Qlue diganjar Best Mobile Government Service untuk kategori Public Empowerment. Acaranya sendiri diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada tanggal 10-12 Februari 2019. Hebatnya, Qlue maju ke panggung setelah menyingkirkan 5 nominator lainnya, seperti aplikasi Pakistan Citizen Portal dari negara Pakistan dan NYC 311 dari Amerika Serikat. Panitia penyelenggara sepakat memenangkan Qlue, karena mereka






