Samsung Electronics Co. dan SK hynix Inc., perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan sepakat untuk memenuhi sebagian dari permintaan AS terkait keharusan membuka rahasia dagang mereka. Juga dengan Tower Semiconductor Israel dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company. AS meminta perusahaan semikonduktor untuk mengungkapkan informasi tentang stok, jaminan simpanan, waktu pengiriman, praktik pembelian, dan tindakan apa pun yang diambil untuk meningkatkan produksi chip. Hal ini dilatabelakangi oleh kelangkaan chip global yang membuat persahaan teknologi AS kalang kabut. Baca Juga: Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor Untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia Kementerian Perdagangan AS mengatakan bahwa penyerahaan informasi yang dimaksud sepenuhnya bersifat sukarela. Namun, Menteri Perdagangan Gina Raimondo memperingatkan perusahaan semikonduktor bahwa jika mereka tidak menanggapi permintaan tersebut, "maka kami memiliki alat lain di kotak alat
Tag: industrisemikonduktorkoreaselatan
Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia
Dunia sedang mengalami krisis ketersedian chip. Tidak hanya mengganggu produksi telepon genggam, tetapi mulai meluas ke industri mobil hingga televisi. Korea Selatan menanggapi situasi ini dengan menggenjot produksi lokal melalui RUU Industri Semikonduktor. Ada banyak alasan di balik krisis ini. Menurut Neil Mawston, seorang analis di Strategy Analytics, kepada Bloomberg dia mengatakan bahwa penyebab kelangkaan chip adalah dampak dari pandemi COVID-19 yang membuat jaga jarak serta sosial di pabrik. Juga karena meningkatnya persaingan dari tablet, laptop, dan mobil listrik di antara para produsen. Pihak lain menyoroti sanksi AS khususnya di era Presiden Donald Trump. Salah satu Chairman Huawei Eric Xu di CNBC Indonesia, mengatakan sanksi AS kepada Huawei Technologies sebagai penyebab kurangnya pasokan chip global yang terjadi saat ini. Hl ini mengganggu

