You are here
Home > Highlighted > Ditekan Pemerintah Korsel, Google Akhirnya Menyediakan Sistem Pembayaran Alternatif di Toko Aplikasinya

Ditekan Pemerintah Korsel, Google Akhirnya Menyediakan Sistem Pembayaran Alternatif di Toko Aplikasinya

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Atas desakan Pemerintah Korea Selatan, akhirnya Google Inc. telah berjanji untuk menyediakan sistem pembayaran alternatif di toko aplikasinya.

Dikutip dari The Korea Herald, Kamis 4 November 2021, Pemerintah Korea Selatan telah memberlakukan undang-undang baru yang melarang raksasa teknologi memaksa pengembang aplikasi untuk menggunakan satu-satunya sistem pembayaran di platform mereka.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Bersatu Mendukung Kebijakan Imigrasi Joe Biden

Peraturan yang mulai berlaku September 2021 itu, membuat Korea Selatan sebagai negara pertama yang memperkenalkan pembatasan seperti itu. Isu ini sudah lama membetot perhatian dunia.

Selama ini, Google dan Apple telah mewajibkan pengembang di toko aplikasi mereka untuk menggunakan sistem pembayaran milik mereka. Masalahnya, biaya yang dibebankan mencapai 30 persen saat pengguna membeli barang digital di dalam aplikasi.

Pengembang di seluruh dunia telah mempertanyakan sistem pembayaran yang eksklusif ini. Mereka menentang pemberlakukan komisi yang relatif tinggi dan menuntut agar mereka dapat secara bebas menggunakan sistem pembayaran lain.  

Pada akhirnya, Google Inc. telah berjanji untuk menyediakan sistem pembayaran alternatif di toko aplikasinya di Korea Selatan. Hal tersebut diungkap oleh Wilson L. White, penasihat senior kebijakan public yang menjadi penghubung Google dengan Komisi Komunikasi Korea yang diketuai Han Sang-hyuk.

Baca Juga: Mari Awasi Pilkada Menggunakan Aplikasi Qlue

“Google akan memberikan pilihan kepada pengembang aplikasi antara sistem pembayaran pihak ketiga dan sistem penagihan dalam aplikasinya sendiri di Google Play Store,” kata KCC.

Langkah serupa juga bisa dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Selain kita memiliki pasar yang besar, tetapi juga punya ekosistem pengembang juga juga menjanjikan. Jangan sampai, Google dan Apple menjadi duopoli yang tidak memberikan manfaat maksimal bagi negara kita.

Foto: The Korea Herald/ Reuters

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
http://www.onetech.id

Leave a Reply

Top