Startup aTaaS (transportasi otonom sebagai layanan) Korea Selatan bernama “42dot” berhasil mengumpulkan 104 miliar won atau sekitar Rp1,2 triliun dalam bentuk pendanaan seri A.
Pendanaan seri A merupakan tahap pendanaan lanjutan dari startup setelah seed funding. Perusahaan bias masuk ke tahap ini setelah startup memiliki kinerja yang baik dan siap mengoptimalkan penawaran produk.
Dikutip dari The Korea Herald, Selasa 2 November 2021, dana tersebut semakin meningkatkan total investasi yang telah diamankan perusahaan. Total dana yang ada mencapai 153 miliar won atau sekitar Rp1,8 triliun.
Baca Juga: Samsung SDI Siap Produksi Baterai Baru Untuk Pasar Mobil Listrik Eropa
Perusahaan besar yang telah bergabung dengan 42dot, di antaranya Hyundai Motor, Shinhan Financial Group, Lotte Rental, Lotte Ventures dan beberapa perusahaan modal ventura lokal.
42dot berencana menggunakan dana tersebut untuk mempercepat teknologi mengemudi otonom dan meningkatkan sumber daya manusia.
Startup ini juga mengembangkan solusi self-driving yang dijuluki Akit dan akan dikenalkan ke publik tahun ini. Ada latform ride-hailing otonom disebut TAP! Ini bertujuan untuk menyebarkan Akit dengan pembuat mobil lokal pada kuartal keempat tahun 2023.
42dot adalah salah satu perusahaan terdaftar yang diizinkan untuk mengoperasikan kendaraan self-driving di sekitar Sangam-dong di distrik Mapo, Seoul barat. Pada tahun 2024, startup juga akan mengoperasikan solusi mobilitasnya sendiri di Sejong, tempat pengujian lokal untuk kendaraan otonom.
42dot sudah memulai layanan mobilitas mengemudi otonom level 4 di tengah kota Seoul. Artinya, mobil ini bisa berkendara tanpa memerlukan campur tangan manusia hanya dengan menggabungkan “kamera dan radar.”
Baca Juga: Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor Untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia
Sebelumnya, 42dot memperoleh persetujuan dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MOLIT) untuk mengoperasikan sementara kendaraan otonom berbasis Niro EV. Ke depan, perusahaan akan terus mengumpulkan data dan lebih meningkatkan teknologi mengemudi otonomnya.
Ini akan memperluas wilayah layanan dan beralih ke layanan taksi robot tak berawak. Ini juga akan meningkatkan jumlah layanan mobilitasnya berdasarkan teknologi mengemudi otonom.
Foto: etnews.com