Perusahaan teknologi asal Jepang, Fujisoft, mengembangkan sistem keamanan fisik berbasis kecerdasan buatan (AI) menggunakan platform AMD Embedded+ dari AMD. Sistem tersebut dirancang khusus untuk lingkungan industri modern. Terlebih, saat ini kebutuhan otomatisasi di pabrik dan gudang semakin tinggi. Bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga isu keamanan menjadi perhatian serius. Baca Juga: AMD dan Upstage Dorong Kemandirian AI Korea Selatan Platform besutan AMD atau Advanced Micro Devices tersebut menggabungkan fleksibilitas teknologi FPGA dengan performa tinggi prosesor x86, sehingga mampu menghadirkan solusi yang efisien dan adaptif. “Dengan menggabungkan teknologi embedded adaptif dan x86 dalam satu solusi terpadu, platform AMD Embedded+ sepenuhnya memanfaatkan kekuatan Fujisoft dalam pengembangan software dan hardware,” ujar Naoya Yanagitsubo, manager Fujisoft. Yanagitsubo mengungkap, melalui diskusi bersama para pelanggan, mereka telah mengidentifikasi tantangan-tantangan spesifik. “Dan
Year: 2026
AMD dan Upstage Dorong Kemandirian AI Korea Selatan
Perusahaan chip asal Amerika Serikat, Advanced Micro Devices (AMD), bersama startup kecerdasan buatan asal Korea Selatan, Upstage, resmi memperluas kerja sama strategis mereka. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pengembangan teknologi AI generasi terbaru sekaligus mendukung ambisi Korea Selatan dalam membangun AI mandiri (sovereign AI). Baca Juga: Naver Cloud dan AMD Kembangkan Infrastruktur AI Generasi Baru Pengumuman ini muncul setelah pertemuan di Seoul antara CEO Upstage, Sung Kim, dan CEO AMD, Lisa Su. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas langkah-langkah konkret untuk memperluas kerja sama dalam mendorong inovasi AI. Sebenarnya, hubungan kedua perusahaan sudah terjalin sejak tahun lalu, ketika AMD ikut berinvestasi dalam pendanaan Upstage. “Dipadukan dengan infrastruktur domestik, kolaborasi ini sebagai langkah menjadikan Korea sebagai negara kompetitif dalam AI global,” ujar Sung Kim, dalam keterangan tertulis
Naver Cloud dan AMD Kembangkan Infrastruktur AI Generasi Baru
Advanced Micro Devices (AMD) memperluas kerja samanya di Negeri Ginseng setelah menggandeng Naver Cloud untuk mengembangkan infrastruktur GPU generasi terbaru yang mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI). Naver Cloud adalah anak perusahaan dari NAVER Corporation asal Korea Selatan. Naver Cloud telah menyediakan infrastruktur TI dan layanan platform sejak tahun 1999. Kesepakatan ini ditandatangani di kantor pusat Naver yang dikenal dengan nama “1784”. Baca Juga: AMD dan Samsung Bergandeng Tangan Membangun Teknologi AI CEO Naver, Choi Soo-yeon, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting untuk memperkuat daya saing teknologi AI mereka. Ia juga menegaskan bahwa Naver akan terus memperluas penggunaan teknologi AMD dalam layanan cloud dan sistem AI mereka ke depannya. “Melalui kolaborasi dengan AMD, kami akan memanfaatkan platform komputasi berkinerja tinggi AMD untuk meningkatkan layanan
AMD dan Samsung Bergandeng Tangan Membangun Teknologi AI
Samsung Electronics dan Advanced Micro Devices (AMD) baru saja menandatangani kesepakatan awal (memorandum of understanding) untuk memperluas kerja sama mereka, khususnya dalam penyediaan chip memori untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam kerja sama ini, fokus utamanya adalah penggunaan memori generasi terbaru milik Samsung, yaitu HBM4 (High-Bandwidth Memory generasi ke-4), yang akan digunakan pada perangkat AI terbaru AMD, yaitu Instinct MI455X. Selain itu, Samsung juga akan menyediakan memori DDR5 yang telah dioptimalkan untuk prosesor server terbaru AMD, yaitu EPYC generasi ke-6. Baca Juga: Lisa Su: 2022 Adalah Tahunnya Industri PC dan AMD Momen bersejarah ini berlangsung di kompleks manufaktur chip paling canggih milik Samsung di Pyeongtaek, Korea. Dihadiri langsung Lisa Su, Chair and CEO AMD, serta Young Hyun Jun, Vice Chairman & CEO Samsung
Raksasa Teknologi Bersatu Kembangkan Koneksi Optik untuk Sistem AI Masa Depan
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat mendorong kebutuhan akan sistem komputasi berskala besar. Kini, sistem AI tidak lagi berjalan pada satu mesin, melainkan pada cluster raksasa yang terdiri dari ribuan hingga jutaan chip yang saling terhubung. Tantangannya, semakin besar sistem tersebut, semakin kompleks pula cara menghubungkannya agar tetap cepat dan efisien. Selama ini, koneksi antar komponen dalam satu sistem AI masih banyak mengandalkan kabel tembaga. Namun, teknologi ini mulai mendekati batasnya, terutama dalam hal kecepatan transfer data dan efisiensi energi. Untuk menjawab tantangan ini, industri mulai beralih ke koneksi optik berbasis cahaya (fiber optik), yang sebelumnya sudah digunakan untuk menghubungkan antar sistem (scale-out) dan kini diproyeksikan akan digunakan juga di dalam sistem (scale-up). Baca Juga: AMD Jadikan PC Sebagai Mitra Cerdas
AMD Jadikan PC Sebagai Mitra Cerdas di Ajang MWC 2026
Dalam ajang MWC 2026, AMD mengumumkan perluasan portofolio prosesor berbasis AI melalui Ryzen™ AI 400 Series dan Ryzen™ AI PRO 400 Series. MWC 2026 atau Mobile World Congress (MWC) 2026 adalah salah satu ajang teknologi terbesar di dunia yang fokus pada inovasi mobile, jaringan, dan komputasi masa depan. Tahun ini, MWC berlangsung di Fira Gran Via, Barcelona, Spanyol pada 2–5 Maret. Peluncuran ini menandai langkah besar AMD dalam menghadirkan akselerasi AI langsung di perangkat (on-device AI), baik untuk desktop, laptop, hingga workstation mobile berperforma tinggi. Baca Juga: AMD Gandeng OpenAI untuk Tantang Nvidia di Pasar AI Untuk pertama kalinya, prosesor desktop AI generasi terbaru AMD mendukung pengalaman Copilot+ PC dari Microsoft. Menurut Jack Huynh, Senior Vice President AMD, desktop kini berevolusi dari sekadar alat kerja
AMD dan Meta Perluas Kemitraan Strategis untuk Infrastruktur AI
AMD dan Meta mengumumkan perluasan kemitraan strategis multi-tahun untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya. Dalam kesepakatan ini, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima pada 24 Februari 2026, Meta akan menerapkan hingga 6 gigawatt GPU AMD Instinct™ guna mendukung pengembangan dan penerapan model AI canggih dalam skala besar. Baca Juga: Kolaborasi AMD dengan Superkomputer Lux dan Discovery Senilai USD1 Miliar Kerja sama ini mencakup penggunaan GPU AMD Instinct berbasis arsitektur MI450 yang dirancang khusus untuk kebutuhan beban kerja Meta. Pengiriman tahap pertama, yang mendukung penerapan 1 gigawatt, dijadwalkan mulai pada paruh kedua 2026. Infrastruktur ini juga akan ditenagai oleh CPU AMD EPYC™ Generasi Keenam dengan nama kode “Venice”, serta dibangun di atas arsitektur skala rak AMD Helios yang dikembangkan bersama melalui Open Compute
WhizHack Technologies Siap Kolaborasi Perkuat Pertahanan Siber Nasional
WhizHack Technologies resmi memulai bisnisnya di Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Gurugram, India itu, siap berkolaborasi untuk memperkuat pertahanan siber nasional. Baca Juga: Nextgen Group dan Claroty Sepakat Perangi Ancaman Siber di Indonesia “Kami tidak ingin masuknya kami ke Indonesia hanya memberikan pengumuman atau logo. Kami ingin memulai perjalanan WhizHack dengan sebuah pertukaran ide tentang pengamanan ekosistem yang lengkap bersama para pemimpin yang berkaitan dengan risiko siber setiap hari,” kata Abhijit Das, Co-Founder dan Managing Director, WhizHack Technologies Pte. Ltd. Pernyataan Das tersebut disampaikan dalam acara diskusi eksklusif yang diselenggarakan oleh CIO Association Indonesia Chapter, Rabu, 21 Januari 2026. Menurut Das, mereka dengan teknologi Integrated Cyber Security Platform ZeroHack XDR Suite berkomitmen untuk berkolaborasi erat dengan para pemimpin, mitra, dan lembaga lokal sehingga
Kolaborasi OpenAI dan Cerebras Bernilai Rp160 Triliun
OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, menandatangani kesepakatan besar dengan pembuat chip Cerebras, pesaing Nvidia di pasar chip AI. Dalam kesepakatan tersebut, OpenAI akan membeli hingga 750 megawatt daya komputasi selama tiga tahun ke depan. Nilai kontrak ini diperkirakan melebihi US$10 miliar, atau sekitar Rp160 triliun, menurut sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan AI OpenAI sekaligus menjaga keunggulannya dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI). Baca Juga: CEO AMD Bicara Ancaman AI untuk Tenaga Kerja di CES 2026 Sistem komputasi buatan Cerebras akan digunakan untuk menjalankan ChatGPT dan produk AI OpenAI lainnya. Ini menjadi bagian dari rangkaian investasi besar OpenAI dalam membangun infrastruktur AI berkapasitas tinggi. CEO Cerebras, Andrew Feldman, mengatakan kerja sama ini bermula pada Agustus tahun lalu, ketika Cerebras
CEO AMD Bicara Ancaman AI untuk Tenaga Kerja di CES 2026
CES 2026 menjadi momen bagi AMD untuk bersinar di tengah ledakan kecerdasan buatan (AI) dengan menawarkan lebih banyak chip untuk mendorong komputasi AI. Lebih dari itu, AMD tidak sendirian. Dalam kesempatan emas tersebut, CEO AMD Lisa Su turut serta menghadirkan tokoh-tokoh industri teknologi ke atas panggung untuk berkolaborasi dan membahas masa depan AI. Tapi apakah AI menyimpan technology bubble (gelembung teknologi) sehingga suatu saat bisa meredup? Baca Juga: Lisa Su: 2022 Adalah Tahunnya Industri PC dan AMD CES atau Consumer Electronics Show adalah pameran teknologi terbesar di dunia yang diikuti lebih dari 4.500 perusahaan termasuk 1.400 perusahaan rintisan, dari lebih 150-160 negara. Pameran sendiri berlangsung pada 6–9 Januari 2026 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. AMD sebagai perusahaan pembuat chip yang berbasis di Santa Clara, California









