Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat mendorong kebutuhan akan sistem komputasi berskala besar. Kini, sistem AI tidak lagi berjalan pada satu mesin, melainkan pada cluster raksasa yang terdiri dari ribuan hingga jutaan chip yang saling terhubung. Tantangannya, semakin besar sistem tersebut, semakin kompleks pula cara menghubungkannya agar tetap cepat dan efisien. Selama ini, koneksi antar komponen dalam satu sistem AI masih banyak mengandalkan kabel tembaga. Namun, teknologi ini mulai mendekati batasnya, terutama dalam hal kecepatan transfer data dan efisiensi energi. Untuk menjawab tantangan ini, industri mulai beralih ke koneksi optik berbasis cahaya (fiber optik), yang sebelumnya sudah digunakan untuk menghubungkan antar sistem (scale-out) dan kini diproyeksikan akan digunakan juga di dalam sistem (scale-up). Baca Juga: AMD Jadikan PC Sebagai Mitra Cerdas
Tag: microsoft
Di Tengah Pandemi ViBiCloud Kolaborasi Bareng Microsoft Azure Arc
Pandemi Covid-19 belum selesai. Pola kerja jarak jauh atau work from home (WFH) semakin menjadi normal. Maka perusahaan perlu adaptasi dengan menyediakan infrastrutur yang mendukung. “Di era digital saat ini, solusi berbasis cloud menjadi salah satu pendorong bagi perusahaan dalam memberikan akses bagi karyawannya untuk bekerja dari jarak jauh, terutama untuk staff pemantau infrastruktur TI,” kata Alfonsus Bram, CEO PT Awan Integrasi Sandidata atau kerap disebut ViBiCloud. Untuk itu, lanjut Bram, pihaknya memperkenalkan solusi manajemen platform multi-cloud dan lokal baru sebagai bagian dari solusi penawaran hybrid berbasiskan Microsoft Azure Arc. Solusi cloud ini, merupakan cara terbaik untuk mengurangi biaya operasional perusahaan. Namun, beragam platform yang dimiliki sebuah perusahaan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para staf TI. "Azure Arc bisa menjadi jawabannya perusahaan dengan keragaman solusi
AMD EPYC Tingkatkan Kinerja Data Analytics Microsoft Azure Data Explorer
Prosesor AMD EPYC yang tertanam dalam Azure Virtual Machines menjadikan beban kerja data analytics untuk pengguna Microsoft Azure Data Explorer meningkat 30-50 persen lebih baik. Dengan demikian, pengguna dapat merasakan peningkatan kinerja di saat analisis real-time streaming data volume besar dari aplikasi, situs web, perangkat IoT, dan lainnya. “Peningkatan performa dan kapabilitas efisiensi yang diberikan oleh VM yang didukung AMD EPYC pada Microsoft Azure Data Explorer adalah bukti hebat lainnya dari kapabilitas performa prosesor kami,” kata Dan McNamara, senior vice president and general manager, Server Business Unit, AMD. Baca Juga: AMD EPYC Hadirkan Solusi Bagi Perusahaan Yang Terapkan WFH Tim AMD, Azure, dan Azure Data Explorer bekerja sama menghadirkan peningkatan performa ini untuk Azure Data Explorer, memberikan pelanggan lebih banyak kemampuan untuk mengidentifikasi pola,


