OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, menandatangani kesepakatan besar dengan pembuat chip Cerebras, pesaing Nvidia di pasar chip AI. Dalam kesepakatan tersebut, OpenAI akan membeli hingga 750 megawatt daya komputasi selama tiga tahun ke depan. Nilai kontrak ini diperkirakan melebihi US$10 miliar, atau sekitar Rp160 triliun, menurut sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan AI OpenAI sekaligus menjaga keunggulannya dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI). Baca Juga: CEO AMD Bicara Ancaman AI untuk Tenaga Kerja di CES 2026 Sistem komputasi buatan Cerebras akan digunakan untuk menjalankan ChatGPT dan produk AI OpenAI lainnya. Ini menjadi bagian dari rangkaian investasi besar OpenAI dalam membangun infrastruktur AI berkapasitas tinggi. CEO Cerebras, Andrew Feldman, mengatakan kerja sama ini bermula pada Agustus tahun lalu, ketika Cerebras
Highlighted
CEO AMD Bicara Ancaman AI untuk Tenaga Kerja di CES 2026
CES 2026 menjadi momen bagi AMD untuk bersinar di tengah ledakan kecerdasan buatan (AI) dengan menawarkan lebih banyak chip untuk mendorong komputasi AI. Lebih dari itu, AMD tidak sendirian. Dalam kesempatan emas tersebut, CEO AMD Lisa Su turut serta menghadirkan tokoh-tokoh industri teknologi ke atas panggung untuk berkolaborasi dan membahas masa depan AI. Tapi apakah AI menyimpan technology bubble (gelembung teknologi) sehingga suatu saat bisa meredup? Baca Juga: Lisa Su: 2022 Adalah Tahunnya Industri PC dan AMD CES atau Consumer Electronics Show adalah pameran teknologi terbesar di dunia yang diikuti lebih dari 4.500 perusahaan termasuk 1.400 perusahaan rintisan, dari lebih 150-160 negara. Pameran sendiri berlangsung pada 6–9 Januari 2026 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. AMD sebagai perusahaan pembuat chip yang berbasis di Santa Clara, California
AMD meluncurkan EPYC Embedded 2005 berbasis “Fire Range”
AMD memperkenalkan seri EPYC Embedded 2005, sebuah keluarga baru prosesor x86 berbasis arsitektur “Zen 5” yang ditujukan untuk desain kompak dengan batasan daya dan termal. Chip ini menargetkan beban kerja embedded seperti switch dan router jaringan, plane kontrol DPU, sistem penyimpanan dingin, industri dirgantara, robotika, dan pengendali industri yang harus beroperasi tanpa henti sambil tetap berada dalam batas ketat konsumsi daya dan ruang. Baca Juga: Performa OCI Terbaru Meningkat Berkat AMD EPYC Generasi Kelima Semua model menggunakan paket BGA 40 x 40 mm yang mengintegrasikan komputasi dan I/O untuk desain papan yang tidak memungkinkan penggunaan CPU server dengan soket. Menurut AMD, seri EPYC Embedded 2005 mampu memberikan hingga 28% frekuensi boost CPU lebih tinggi dan 35% frekuensi dasar CPU lebih tinggi dibandingkan Intel Xeon
Kolaborasi AMD dengan Superkomputer Lux dan Discovery Senilai USD1 Miliar
Departemen Energi AS telah mengumumkan kolaborasi senilai USD1 miliar dengan AMD untuk menghadirkan dua superkomputer, Lux dan Discovery, di Laboratorium Nasional Oak Ridge (ORNL). ORNL adalah laboratorium sains dan teknologi multiprogram terbesar milik Departemen Energi AS (DOE) yang berdiri pada tahun 1943. Kini laboratorium yang terletak di Oak Ridge, Tennessee itu, berfokus pada penelitian ilmiah dan terobosan teknologi di bidang seperti energi bersih, keamanan nasional, material, neutron, dan komputasi berkinerja tinggi. Baca Juga: Intel Setia Bayangi AMD di Sektor Superkomputer "Kami bangga dan merasa terhormat dapat bermitra dengan Departemen Energi dan Oak Ridge National Laboratory untuk mempercepat fondasi Amerika bagi sains dan inovasi," ujar Lisa Su, chair and CEO, dalam keterangan tertulis yang diterima ONEtech.id pada Senin, 3 November 2025. Menurut Su, Discovery dan Lux akan
AMD Gandeng OpenAI untuk Tantang Nvidia di Pasar AI
AMD capai kesepakatan dengan OpenAI. Tidak hanya saling memperkuat inovasi teknologi tetapi memberi cuan tidak sedikit. Kesepakatan strategis ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan lebih dari $100 miliar bagi pemasok GPU tersebut dalam periode lima tahun. Lebih lanjut, kemitraan bernilai miliaran dolar ini akan memungkinkan OpenAI untuk mengakuisisi 10% saham AMD. Baca Juga: Kolaborasi Red Hat dan AMD Perkuat Seluruh Cloud Hybrid “Kemitraan kami dengan OpenAI diharapkan menghasilkan pendapatan puluhan miliar dolar bagi AMD sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur AI OpenAI. Perjanjian ini menciptakan keselarasan strategis dan nilai pemegang saham yang signifikan bagi AMD dan OpenAI, serta diharapkan akan sangat meningkatkan laba per saham non-GAAP AMD,” kata Jean Hu, EVP, CFO and treasurer AMD, dalam rilis, Selasa, 7 Oktober 2025. OpenAI berkomitmen untuk membeli 6 gigawatt
Gak Hanya HP, Viewsonic Buat LED Pun Bisa Dilipat
Samsung punya Galaxy Z Flip dan Fold 7 untuk HP lipat. Huawei tak mau kalah, ada Mate XT dengan lipat 3. Tapi, Viewsonic punya LED lipat! “ViewSonic mempercepat adopsi layar LED di Indonesia dengan menjawab tantangan instalasi dan perawatan melalui inovasi seperti rack-mount All-in-One control box dan layar yang dapat dilipat,” ujar Eko Handoko, Country Manager ViewSonic Indonesia. Baca Juga: M1X Merupakan Proyektor ViewSonic yang Bisa Pakai Power Bank Hal itu diungkap Eko di tengah perhelatan ViewSonic Product Premiere 2025. Acara yang mengusung tema “Future in Focus” itu berlangsung di Jakarta, 24 Juli 2025. “ Produk yang punya nama resmi LED Foldable All-In-One Generasi ke-3 atau LDS138-151 itu punya layar berukuran 138 inci. Desainnya tanpa bingkai dan rasio layar ke bodi sebesar 99%, serta
Kolaborasi Red Hat dan AMD Perkuat Seluruh Cloud Hybrid
Red Hat dan AMD mengumumkan kolaborasi strategis untuk mendorong kemampuan AI dan mengoptimalkan infrastruktur virtual. “Kolaborasi kami yang diperluas dengan AMD memperluas spektrum opsi bagi organisasi yang ingin menyiapkan lingkungan TI mereka untuk masa depan yang terus berkembang,” kata Ashesh Badani, senior vice president and chief product officer, Red Hat, dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa, 20 Mei 2025. Baca Juga: Sekelumit tentang Red Hat yang Ternyata Bisa Angkat UMKM Go Digital Menurutnya, kolaborasi ini dapat mendorong memodernisasi investasi yang ada pada arsitektur CPU berperforma tinggi dan platform virtualisasi. Juga untuk mempersiapkan AI produksi dengan akselerator hardware generasi berikutnya dan teknologi AI open source. Dengan aliansi yang semakin erat ini, Red Hat dan AMD akan memperluas pilihan pelanggan di seluruh cloud hybrid, mulai dari
INOI, HP Baru yang Mau Ganggu Transsion Tapi Sungkan dengan Samsung
Indonesia kedatangan merek ponsel pintar baru, INOI. Dengan jargon born in Europe, made for you tampaknya mereka siap unjuk gigi. Pasar ponsel pintar di Indonesia memang menjanjikan. Data pada awal 2023, menunjukkan sekitar 354 juta koneksi seluler aktif di Indonesia, melebihi total populasi yang mencapai 276,4 juta jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa banyak individu menggunakan lebih dari satu perangkat. Sedangkan dari sisi sistem operasi, Android masih merajai dengan 89,49% sampai Maret 2025. Baca Juga: Nokia Lumia Menolak Mati, Kini Bisa Bongkar Pasang Di tingkat global, INOI punya 3 andalan ponsel pintar yang diterjunkan, yakni seri A35 Adventure, A55 Spectre 5G, dan A75 Elegance yang siap dijajal konsumen sejak Januari 2025 lalu. “Model-model baru ini benar-benar menekankan filosofi merek kami dalam menggabungkan fungsionalitas dengan
Bukti Nyata AMD Kejar NVIDIA Melalui Teknologi AI
Advanced Micro Devices (AMD) sudah unggul dibanding Intel, namun masih tertinggal dengan Nvidia terutama dalam penerapan kecerdasan buatan (AI – Artificial Intelligence). AMD mulai fokus untuk mengejar NVIDIA. Dalam wawancara dengan DeepSeek Exploded di Bilibili, CEO AMD Lisa Su mengisyaratkan lebih banyak prosesor Ryzen AI Max yang akan hadir di ruang desktop. Su kini berfokus pada revolusi AI, pasar yang saat ini dipimpin oleh Nvidia. Baca Juga: AMD & CEA Bekerja Sama untuk AI Hemat Energi Su mengarahkan AMD untuk berinvestasi secara agresif dalam perangkat keras dan perangkat lunak AI. Chip AI seri MI300 milik AMD telah diadopsi oleh para pemain teknologi besar seperti Microsoft dan Meta untuk digunakan di pusat data mereka. Walau tidak mudah, namun Su yakin bahwa jalan yang telah mereka
Performa OCI Terbaru Meningkat Berkat AMD EPYC Generasi Kelima
Prosesor AMD EPYC Generasi Kelima telah resmi mendukung Oracle Cloud Infrastructure (OCI) Compute E6 Standard. Performanya meningkat dan tetap efisien. Menurut Dan McNamara dari AMD, kombinasi infrastruktur fleksibel OCI dan kinerja prosesor AMD EPYC Generasi kelima membantu pelanggan mempercepat beban kerja yang paling berat sekaligus mengoptimalkan infrastruktur cloud mereka. Baca Juga: Peluang Pelaku UMKM Manfaatkan AMD EPYC 4004 Series "Penerapan prosesor AMD EPYC yang cepat di cloud menggarisbawahi kemampuan kami untuk menghadirkan solusi inovatif dan berkinerja tinggi yang memungkinkan mitra kami menciptakan penawaran cloud yang sangat kompetitif," ujar McNamara yang menjabat Senior Vice President and General Manager, Server Business, AMD dalam keterangan tertulis yang diterima ONEtech, Jumat 4 April 2025. Pada kesempatan yang sama, Donald Lu mengungkap bahwa OCI Compute E6 Standard baru menghadirkan









