Red Hat dan AMD mengumumkan kolaborasi strategis untuk mendorong kemampuan AI dan mengoptimalkan infrastruktur virtual. “Kolaborasi kami yang diperluas dengan AMD memperluas spektrum opsi bagi organisasi yang ingin menyiapkan lingkungan TI mereka untuk masa depan yang terus berkembang,” kata Ashesh Badani, senior vice president and chief product officer, Red Hat, dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa, 20 Mei 2025. Baca Juga: Sekelumit tentang Red Hat yang Ternyata Bisa Angkat UMKM Go Digital Menurutnya, kolaborasi ini dapat mendorong memodernisasi investasi yang ada pada arsitektur CPU berperforma tinggi dan platform virtualisasi. Juga untuk mempersiapkan AI produksi dengan akselerator hardware generasi berikutnya dan teknologi AI open source. Dengan aliansi yang semakin erat ini, Red Hat dan AMD akan memperluas pilihan pelanggan di seluruh cloud hybrid, mulai dari
Tag: artificialintelligence
AMD & CEA Bekerja Sama untuk AI Hemat Energi
AMD mengumumkan kolaborasi dengan CEA untuk memajukan teknologi dalam komputasi AI yang lebih canggih dan hemat energi. CEA adalah Commissariat à l'énergie atomique et aux énergies alternatives (CEA) atau Badan Energi Atom dan Alternatif Prancis. Kemitraan ini bertujuan untuk menggabungkan kekuatan kedua organisasi dalam mengembangkan sistem AI hemat energi untuk menangani beban kerja AI yang paling berat yang umum di berbagai bidang seperti energi dan kedokteran. Baca Juga: AMD dan Oracle Tingkatkan Kemampuan AI dengan Akselerator Terbaru Inisiatif ini akan berfokus pada kemajuan teknologi dalam infrastruktur komputasi AI generasi berikutnya. AMD dan CEA berencana untuk menyelenggarakan simposium pada tahun 2025, yang akan mempertemukan para pemangku kepentingan Eropa, penyedia teknologi global, perusahaan rintisan, pusat komputasi super, universitas, dan pembuat kebijakan untuk mendorong kolaborasi pada
SK Telecom Korea Buat Chip AI yang Ancam Keberadaan GPU
Industri semikonduktor termasuk yang lagi ngetren tahun ini. Tidak heran, negara maju seperti Korea Selatan ikutan meramaikan industri ini. Melalui, SK Telecom Co., Negeri Ginseng ini menelurkan SAPEON X220, chip AI pertama. Menurut keterangan SK Telecom yang dilansir Yonhap 25 November 2020, operator nirkabel terkemuka Korea Selatan itu mengatakan bahwa SAPEON X220 adalah semikonduktor kecerdasan buatan (AI) baru untuk operasi pusat data. Hal ini merupakan upaya perusahaan untuk menjawab permintaan global yang meningkat untuk chip tersebut. SAPEON X220 baru adalah chip AI pertama yang dikembangkan oleh operator seluler dan juga chip AI pertama di negara itu untuk pusat data. Perusahaan menargetkan produknya ini bisa tumbuh hingga 50 triliun won (US $ 45 miliar) di pasar chip AI global, pada tahun 2024. Menurut, Chief
Qlue Ditinggal Jakarta, Tapi Kini Dipakai Instansi Lain
Qlue sempat menjadi andalan Pemda DKI Jakarta dalam mendukung smart city. Namun, di era Gubernur Anies Baswedan, aplikasi ini mulai ditinggalkan. Uniknya, saat era Ibu Kota berakhir, Qlue dipercaya Pemda lain dan Swasta. Bahkan kini perusahaan besutan Rama Raditya diguyur dana melimpah. Belum lama ini, Qlue mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapatkan suntikan dana dari Venture Capital (VC) milik Telkom melalui MDI Ventures, dimana pendanaan ini dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture. Qlue akan memanfaatkan dana ini untuk memperkuat sumber daya manusia supaya lebih banyak ahli di bidang teknologi dan bisnis. Mereka diarahkan untuk mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT). Harapannya Qlue dapat meningkatkan layanan solusi smart city yang ditawarkan kepada setiap klien. “Misi kami sejak awal adalah untuk



