You are here
Home > Highlighted > Raksasa Teknologi Bersatu Kembangkan Koneksi Optik untuk Sistem AI Masa Depan

Raksasa Teknologi Bersatu Kembangkan Koneksi Optik untuk Sistem AI Masa Depan

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat mendorong kebutuhan akan sistem komputasi berskala besar. Kini, sistem AI tidak lagi berjalan pada satu mesin, melainkan pada cluster raksasa yang terdiri dari ribuan hingga jutaan chip yang saling terhubung. Tantangannya, semakin besar sistem tersebut, semakin kompleks pula cara menghubungkannya agar tetap cepat dan efisien.

Selama ini, koneksi antar komponen dalam satu sistem AI masih banyak mengandalkan kabel tembaga. Namun, teknologi ini mulai mendekati batasnya, terutama dalam hal kecepatan transfer data dan efisiensi energi. Untuk menjawab tantangan ini, industri mulai beralih ke koneksi optik berbasis cahaya (fiber optik), yang sebelumnya sudah digunakan untuk menghubungkan antar sistem (scale-out) dan kini diproyeksikan akan digunakan juga di dalam sistem (scale-up).

Baca Juga: AMD Jadikan PC Sebagai Mitra Cerdas di Ajang MWC 2026

Melihat kebutuhan tersebut, perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan OpenAI berkolaborasi dengan produsen chip terkemuka seperti AMD, Broadcom, dan Nvidia. Mereka membentuk sebuah kelompok bernama Optical Compute Interconnect (OCI) Multi-Source Agreement (MSA).

Konsorsium ini bertujuan untuk merumuskan standar terbuka koneksi optik yang dapat digunakan di dalam sistem AI berskala besar, khususnya untuk menghubungkan berbagai komponen seperti akselerator AI dan GPU dalam satu rak atau server. Dengan standar ini, perusahaan diharapkan dapat menggunakan kabel optik untuk menggantikan kabel tembaga, sehingga memungkinkan koneksi yang lebih cepat, stabil, dan hemat energi.

Dalam implementasinya, OCI akan mengembangkan lapisan fisik optik (physical layer/PHY) yang dapat digunakan secara bersama oleh berbagai teknologi koneksi, seperti UALink yang digunakan oleh AMD dan Broadcom, serta NVLink milik Nvidia. Pendekatan ini memungkinkan berbagai perangkat dari vendor berbeda tetap dapat saling terhubung dalam satu infrastruktur yang sama.

Dari sisi teknologi, OCI memanfaatkan metode seperti NRZ signaling dan wavelength division multiplexing (WDM), yang memungkinkan banyak data dikirim secara bersamaan melalui satu kabel optik menggunakan panjang gelombang cahaya yang berbeda. Kecepatan awal yang ditargetkan mencapai 200 Gb/s per arah, dan akan terus ditingkatkan hingga 800 Gb/s per serat optik. Dalam jangka panjang, teknologi ini bahkan ditargetkan mampu mencapai kecepatan hingga 3,2 Tb/s per serat.

Baca Juga: AMD dan Meta Perluas Kemitraan Strategis untuk Infrastruktur AI

Selain itu, OCI juga mendukung berbagai bentuk implementasi, mulai dari modul optik yang dapat dipasang-lepas (pluggable), optik yang terpasang di papan (on-board optics), hingga teknologi co-packaged optics (CPO) yang terintegrasi langsung dengan chip komputasi.

Menurut perwakilan AMD, kebutuhan akan koneksi optik di dalam sistem AI besar diperkirakan akan menjadi semakin penting dalam beberapa tahun ke depan. Standar terbuka seperti OCI dinilai krusial untuk membangun ekosistem yang kuat dan fleksibel.

“Kebutuhan yang terus meningkat terhadap interkoneksi optical scale-up untuk mendukung sistem AI besar pada akhir dekade ini sudah sangat jelas. AMD merupakan anggota pendiri sekaligus pendukung kuat MSA karena inisiatif ini menetapkan spesifikasi terbuka bagi industri untuk membangun ekosistem interkoneksi optik scale-up yang kuat dan melibatkan banyak vendor,” kata Brian Amick, Senior Vice President, Technology & Engineering di AMD.   

Hal serupa juga disampaikan oleh Nvidia, yang melihat OCI sebagai fondasi penting untuk menghadirkan performa dan skala yang dibutuhkan dalam era AI generasi berikutnya.

Baca Juga: CEO AMD Bicara Ancaman AI untuk Tenaga Kerja di CES 2026

Menariknya, OCI MSA memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan organisasi standar industri pada umumnya. Inisiatif ini didorong langsung oleh kebutuhan perusahaan pengguna besar (hyperscalers), bukan semata oleh vendor. Selain itu, fokusnya juga lebih spesifik, yakni pada koneksi jarak pendek di dalam sistem AI, sehingga pengembangannya bisa lebih cepat dan terarah.

Sebagai kelompok Multi-Source Agreement (MSA), OCI juga memungkinkan perusahaan-perusahaan yang terlibat untuk menyepakati spesifikasi teknis dan langsung mengembangkan produk yang kompatibel tanpa melalui proses panjang seperti pada organisasi standar tradisional.

Dengan hadirnya OCI, industri AI diharapkan dapat mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam pengembangan sistem berskala besar, yakni keterbatasan koneksi antar komponen. Ke depan, koneksi berbasis cahaya berpotensi menjadi tulang punggung utama infrastruktur AI, membuka jalan bagi sistem yang lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menangani kebutuhan komputasi yang terus meningkat.

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
http://www.onetech.id

Leave a Reply

Top