Samsung Electronics dan Advanced Micro Devices (AMD) baru saja menandatangani kesepakatan awal (memorandum of understanding) untuk memperluas kerja sama mereka, khususnya dalam penyediaan chip memori untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam kerja sama ini, fokus utamanya adalah penggunaan memori generasi terbaru milik Samsung, yaitu HBM4 (High-Bandwidth Memory generasi ke-4), yang akan digunakan pada perangkat AI terbaru AMD, yaitu Instinct MI455X. Selain itu, Samsung juga akan menyediakan memori DDR5 yang telah dioptimalkan untuk prosesor server terbaru AMD, yaitu EPYC generasi ke-6.
Baca Juga: Lisa Su: 2022 Adalah Tahunnya Industri PC dan AMD
Momen bersejarah ini berlangsung di kompleks manufaktur chip paling canggih milik Samsung di Pyeongtaek, Korea. Dihadiri langsung Lisa Su, Chair and CEO AMD, serta Young Hyun Jun, Vice Chairman & CEO Samsung Electronics.
“Samsung dan AMD memiliki komitmen yang sama dalam memajukan komputasi AI. Dari HBM4 terdepan di industri dan arsitektur memori generasi berikutnya hingga teknologi canggih, Samsung berada pada posisi unik untuk menghadirkan kemampuan dan pencapaian yang mendukung roadmap AI AMD yang terus berkembang,” kata Young Hyun Jun, dalam keterangan tertulis tertanggal 18 Maret 2026.
“Menggerakkan infrastruktur AI generasi berikutnya membutuhkan kolaborasi mendalam di seluruh industri. Integrasi di seluruh tumpukan komputasi—dari silikon hingga sistem hingga rak—sangat penting untuk mempercepat inovasi AI yang menghasilkan dampak nyata dalam skala besar,” tutur Lisa Su.
Baca Juga: Kolaborasi AMD dengan Superkomputer Lux dan Discovery Senilai USD1 Miliar
Kedua perusahaan menjajaki peluang kerja sama lain, yaitu di bidang manufaktur chip. Artinya, Samsung berpotensi membantu memproduksi chip generasi berikutnya milik AMD melalui layanan pabrik chip (foundry) mereka.
Selama ini, Samsung memang sudah menjadi salah satu pemasok utama memori untuk AMD. Sebelumnya, Samsung telah menyediakan memori HBM3E yang digunakan pada produk AI AMD seperti MI350X dan MI355X.
Kerja sama ini diumumkan bertepatan dengan acara tahunan pengembang milik Nvidia, yaitu GTC. Dalam acara tersebut, CEO Nvidia, Jensen Huang, juga mengumumkan kerja sama dengan Samsung dan memuji teknologi memori HBM4 mereka.
Baca Juga: Intel Setia Bayangi AMD di Sektor Superkomputer
Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan di industri chip global semakin ketat, terutama karena tingginya permintaan teknologi AI. Banyak perusahaan kini berlomba-lomba mengamankan pasokan jangka panjang untuk komponen penting seperti chip memori canggih.
Sebelumnya, AMD juga telah membuat kesepakatan besar dengan Meta Platforms (perusahaan induk Facebook), yaitu penjualan chip AI senilai hingga USD60 miliar dalam lima tahun. AMD juga diketahui pernah bekerja sama dengan OpenAI.
Di sisi lain, Samsung—yang merupakan produsen chip memori terbesar di dunia—sedang berusaha mengejar ketertinggalan di pasar HBM. Saat ini, Samsung menguasai sekitar 22% pasar global HBM, sementara pesaing utamanya, SK Hynix, masih memimpin dengan sekitar 57%.
Foto: Samsung