Startup aTaaS (transportasi otonom sebagai layanan) Korea Selatan bernama “42dot” berhasil mengumpulkan 104 miliar won atau sekitar Rp1,2 triliun dalam bentuk pendanaan seri A. Pendanaan seri A merupakan tahap pendanaan lanjutan dari startup setelah seed funding. Perusahaan bias masuk ke tahap ini setelah startup memiliki kinerja yang baik dan siap mengoptimalkan penawaran produk. Dikutip dari The Korea Herald, Selasa 2 November 2021, dana tersebut semakin meningkatkan total investasi yang telah diamankan perusahaan. Total dana yang ada mencapai 153 miliar won atau sekitar Rp1,8 triliun. Baca Juga: Samsung SDI Siap Produksi Baterai Baru Untuk Pasar Mobil Listrik Eropa Perusahaan besar yang telah bergabung dengan 42dot, di antaranya Hyundai Motor, Shinhan Financial Group, Lotte Rental, Lotte Ventures dan beberapa perusahaan modal ventura lokal. 42dot berencana menggunakan dana
Tag: startup
Hadapi Covid-19, Qlue dan Juragan Aplikasi Lain Turun Gunung
Jumlah kasus covid-19 semakin hari semakin mengkhawatirkan. Ada banyak upaya yang telah dilakukan Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus dari Wuhan ini. Kali ini, peran teknologi mau tidak mau turun gunung untuk membantu. Per hari ini, Jumat 27 Maret 2020 sudah ada 1.046 kasus orang terinfeksi virus corona alias covid-19 di Indonesia. 913 orang dirawat, 46 sembuh, dan 87 meninggal. Kasus tertinggi masih dipegang Jakarta dengan 598 kasus, lalu Jawa Barat 98 kasus, Banten 84 kasus, dan Jawa Timur 66 kasus. Di tingkat global, covid-19 sudah berada di 199 negara, dengan jumlah orang terinfeksi 465.915 orang sedangkan mereka yang meninggal mencapai 21.031 orang. Memerangi covid-19 tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Oleh karena itu Qlue meluncurkan Indonesia Bergerak, sebuah platform pelaporan warga dan informasi lengkap seputar Covid-19 di
Di Tengah Debat “Unicorn,” Start Up Qlue Raih Penghargaan
Di tengah hiruk pikuk debat capres yang mengeksploitasi poin "unicorn," salah satu start up besutan anak bangsa Qlue Smart City menyabet penghargaan internasional di The 7th World Government Summit. Inilah bukti nyata dari sebuah kerja keras, tekat kuat mengembangkan inovasi, dan memberi sumbangsih positif bagi banyak orang. "Pencapaian ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus berinovasi dengan mengembangkan teknologi Smart City yang dapat membantu masyarakat sesuai dengan misi Qlue," kata Rama Raditya, pendiri sekaligus CEO Qlue beberapa waktu lalu. Di acara bertema "Shaping Future Government" itu, Qlue diganjar Best Mobile Government Service untuk kategori Public Empowerment. Acaranya sendiri diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada tanggal 10-12 Februari 2019. Hebatnya, Qlue maju ke panggung setelah menyingkirkan 5 nominator lainnya, seperti aplikasi Pakistan Citizen Portal dari negara Pakistan dan NYC 311 dari Amerika Serikat. Panitia penyelenggara sepakat memenangkan Qlue, karena mereka


