You are here
Home > Highlighted > Kolaborasi OpenAI dan Cerebras Bernilai Rp160 Triliun

Kolaborasi OpenAI dan Cerebras Bernilai Rp160 Triliun

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, menandatangani kesepakatan besar dengan pembuat chip Cerebras, pesaing Nvidia di pasar chip AI.

Dalam kesepakatan tersebut, OpenAI akan membeli hingga 750 megawatt daya komputasi selama tiga tahun ke depan. Nilai kontrak ini diperkirakan melebihi US$10 miliar, atau sekitar Rp160 triliun, menurut sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan AI OpenAI sekaligus menjaga keunggulannya dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: CEO AMD Bicara Ancaman AI untuk Tenaga Kerja di CES 2026

Sistem komputasi buatan Cerebras akan digunakan untuk menjalankan ChatGPT dan produk AI OpenAI lainnya. Ini menjadi bagian dari rangkaian investasi besar OpenAI dalam membangun infrastruktur AI berkapasitas tinggi.

CEO Cerebras, Andrew Feldman, mengatakan kerja sama ini bermula pada Agustus tahun lalu, ketika Cerebras membuktikan bahwa model AI OpenAI dapat berjalan lebih efisien di chip buatannya dibandingkan chip grafis (GPU) konvensional. Setelah melalui negosiasi selama beberapa bulan, kedua perusahaan sepakat untuk bekerja sama melalui layanan komputasi berbasis cloud.

Dalam kerja sama ini, Cerebras akan membangun atau menyewa pusat data yang dipenuhi chip buatannya, sementara OpenAI akan membayar untuk menggunakan layanan tersebut guna memastikan AI-nya dapat merespons pengguna dengan lebih cepat. Kapasitas komputasi ini akan tersedia secara bertahap hingga tahun 2028.

Baca Juga: AMD Gandeng OpenAI untuk Tantang Nvidia di Pasar AI

“Integrasi Cerebras bertujuan agar AI kami bisa memberikan respons yang jauh lebih cepat,” tulis OpenAI dalam pernyataan resminya, Rabu, 14 Januari 2026.

Kesepakatan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap daya komputasi besar, khususnya untuk membuat AI mampu menjawab pertanyaan secara cepat dan akurat. Seiring meningkatnya penggunaan AI di berbagai bidang, kebutuhan akan infrastruktur komputasi juga melonjak tajam.

Bagi Cerebras, kerja sama ini menjadi langkah strategis menjelang rencana perusahaan untuk melantai di bursa saham. Selama ini, sebagian besar pendapatan Cerebras masih bergantung pada perusahaan teknologi asal Uni Emirat Arab, G42, yang juga merupakan salah satu investor utamanya.

Baca Juga: Computex 2024: Adu Pesona CEO AMD dan Nvidia dalam Memimpin Inovasi AI

Didirikan pada 2015, Cerebras dikenal sebagai pengembang chip berukuran wafer besar yang dirancang khusus untuk menangani AI berskala besar. Perusahaan ini menjadi salah satu pesaing Nvidia di pasar chip AI. Menariknya, CEO OpenAI Sam Altman juga tercatat sebagai investor awal di Cerebras.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Cerebras tengah mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO) pada kuartal kedua tahun ini, setelah sempat menunda rencana serupa pada 2024.

Sementara itu, OpenAI sendiri disebut-sebut tengah menyiapkan langkah menuju IPO dengan valuasi yang bisa mencapai US$1 triliun. Tahun lalu, Sam Altman menyatakan bahwa OpenAI berencana mengalokasikan dana hingga US$1,4 triliun untuk membangun infrastruktur komputasi AI berskala sangat besar.

Foto: OpenAI

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
http://www.onetech.id

Leave a Reply

Top