Indonesia ternyata menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap serangan siber. Kita harus menyiapkan solusi dalam menghadapi serangan siber yang akan terus berevolusi. Ancaman serangan siber bisa merugikan dalam skala nasional.
Tidak hanya merugikan kita sebagai pribadi dan orgaisasi. Serangan siber bisa membuat kita kehilangan data pribadi dan dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Kemudian bisa mengalami kerugian dalam hal uang, gangguan pada bisnis, ancaman keamanan nasional, dan kerugian reputasi.
Baca Juga: Ragam Solusi IT Tumplek Blek Di ViewSonic Solution Day 2023
Ancaman ini tidak sekadar isapan jempol. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian dalam Annual Report 2022, memprediksi berbagai ancaman siber tahun 2023. Ancaman yang dimaksud adalah ransomware, data breach, serangan advance persistent threat, phishing, cryptojacking, distributed denial of service attack, serangan remote desktop protocol, social engineering, web defacement, artificial intelligence and internet of things cybercrime.
Antisipasi BSSN perlu diperhatikan karena Indonesia memang menjadi salah satu negara sasaran kejahatan siber. Berdasarkan laporan lanskap keamanan siber 2023 dari Ensign Infosecurity, grup penjahat siber Desorden, Dark Pink, dan Naikon menjadi kelompok yang perlu diantisipasi. Sebab, ketiganya punya kemampuan bahasa Melayu yang dapat mendukung serangan. “Malaysia dan Indonesia sebenarnya memiliki kelompok penyerang yang sama. Jadi, Malaysia dan Indonesia memiliki Dark Pink, Lotus Blossom, dan Naikon,” Teo Xiang Zheng, Vice President of Advisory, Consulting Ensign InfoSecurity di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu, 5 Agustus 2023.
Jumlah serangannya pun jamak. Setidaknya ada 6 juta serangan siber yang menghantam Indonesia selama September 2023. Dari jumlah tersebut, 34 ribu serangan berpotensi mengancam dan berdampak tinggi bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal tersebut diungkap Mulia Dewi Karnadi, Country Chief Executive, Indonesia, Ingram Micro.
Baca Juga: Penipuan Transaksi Elektronik Marak, Ini 4 Tips Aman Transaksi Dengan Fintech
Sementara itu, laporan dari Kaspersky mengungkapkan Indonesia mengalami sekitar 7 juta serangan siber pada kuartal kedua 2023. Walaupun angka tersebut sangat besar, data Kaspersky menunjukkan penurunan hingga 30% atas upaya serangan siber pada pengguna internet Indonesia dari periode April hingga Juni tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dampaknya, sepanjang 2023 ini kerugian akibat kejahatan siber secara global diperkirakan mencapai USD8 triliun. Hal ini diungkap Cybersecurity Ventures baru-baru ini. Angka yang tampaknya sangat besar ini mungkin masih terlalu diremehkan. Pada tahun 2021, lembaga keuangan AS kehilangan biaya hampir USD1,2 miliar karena serangan ransomware saja. Jumlah tersebut meningkat hampir 200% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat potensi kerugian ekonomi Indonesia akibat serangan siber (scyber security) mencapai Rp14,2 triliun. Hal ini menjadi tantangan besar bagi keamanan siber di berbagai sektor khususnya industri perbankan dan keuangan. “Kondisi keamanan siber Indonesia ada isu yang perlu kita perhatikan bahwa potensi kerugian ekonomi Indonesia dari dampak serangan siber itu Rp14,2 triliun,” ujar Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Edit Prima, Jakarta, Senin, 3 Mei 2022.
Sebagai respons proaktif terhadap meningkatnya risiko digital akibat serangan siber, maka ViBiCloud, CYFIRMA dan NEXTGEN Indonesia berkolaborasi untuk memperkuat keamanan siber di Indonesia. Mereka membentuk ViBiCloud X-TIS (External Threat Intelligence Service), sebuah inovasi revolusioner yang memberikan panduan ahli kepada setiap bisnis di Indonesia yang menginginkan pemeriksaan kesehatan keamanan siber perusahaannya.
Inisiatif ini tak hanya berfokus memperkuat fondasi keamanan siber bagi perusahaan tanpa memandang skala atau industri, melainkan juga menghadirkan sebuah langkah proaktif untuk memastikan keamanan siber yang kokoh dan tangguh di seluruh sektor bisnis.
Baca Juga: Tren WFH, Hitachi Vantara Tawarkan Solusi Percepat Transformasi Digital
“Dedikasi kami berakar kuat pada rasa tanggung jawab yang memotivasi kami untuk terus membantu bisnis di Indonesia dalam mengamankan diri dari serangan siber,” kata Alfonsus Bram, CEO ViBiCloud di Jakarta, Rabu, 22 November 2023.
ViBiCloud X-TIS menyediakan solusi keamanan siber end-to-end, menawarkan perlindungan, dan ketenangan di dunia digital yang semakin penuh ancaman. “Kami harap klien-klien kami dapat berfokus untuk mengembangkan bisnis mereka dan biarkan kami menjaga bisnis Anda dengan layanan yang sederhana (simple) namun aman (secure) dan solusi yang dapat diandalkan (reliable),” tambah Bram.
Di kesempatan yang sama, Kumar Ritesh, Founder dan CEO CYFIRMA, mengungkapkan komitmennya untuk melindungi bisnis dari ancaman siber yang terus berkembang. “DeTCT dari CYFIRMA adalah teknologi AI yang dirancang untuk membantu tim keamanan siber untuk memitigasi risiko digital yang meningkat sehingga mereka dapat fokus membangun bisnis untuk terus berkembang.”
Sanny Hadinata, Managing Director NEXTGEN Indonesia, memastikan bahwa enterprise di Indonesia memiliki akses terhadap keamanan siber yang tepat. “Kami sangat senang menjadi distributor resmi untuk CYFIRMA, serta menjalin partnership dengan ViBiCloud.”
Foto (kiri-kanan): Mr. Kumar Ritesh as the Founder & CEO of CYFIRMA; Mr. Ramon Hadypratomo as the Co-Founder & COO ViBiCloud; Mrs. Sanny Hadinata as the Managing Director of NEXTGEN Indonesia.