Dunia siber mungkin semakin canggih dan memudahkan kita beraktivitas. Namun, ancaman siber harus diwaspadai karena begitu nyata. Maka perlu langkah konkret untuk membentengi dari serangan siber yang makin masif dan canggih.
Menurut Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha, di tahun 2024 akan banyak serangan siber yang dihadapi Indonesia. Salah satu yang patut diperhitungkan adalah serangan ransomware yang lebih canggih. Serangan ini diperkirakan memiliki teknik dan taktik yang lebih canggih, termasuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan serta enkripsi yang lebih kuat.
Baca Juga: ViBiCloud, CYFIRMA, Dan NEXTGEN Indonesia Perkuat Keamanan Siber Di Indonesia
Selain itu juga perlu waspada serangan APT (Advanced Persistent Threat). APT menyasar sektor-sektor kritis, pemerintahan, dan bisnis-bisnis besar. Tujuan dari serangan ini adalah spionase dan pencurian data sensitif.
Ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah kecerdasan buatan (AI). Serangan ini akan berdampak besar pada keamanan siber. Pasalnya ancaman phishing dan SMS mungkin lebih sulit dikenali, karena lebih sedikit kesalahan ejaan dan kesalahan tata bahasa.
Di tengah keberadaan ancaman keamanan siber yang masih marak dan canggih, Claroty menggandeng NEXTGEN. Nextgen adalah perusahaan teknologi informasi yang memiliki portofolio produk cybersecurity, cloud, enterprise software, dan data management solution. Sedangkan Claroty merupakan perusahaan Cyber Physical Systems (CPS) protection untuk distribusi dan melebarkan layanan perlindungan siber dan pasar di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Kerja sama ini bertujuan untuk mengatasi perkembangan ancaman siber dan meningkatkan ketahanan keamanan siber. Keduanya sepakat memperluas paket solusi keamanan siber perusahaan kepada masyarakat di Indonesia.

“Dengan kehadiran Claroty, kami siap meningkatkan kemampuan dan memperluas portfolio solusi kami di Indonesia,” kata Sanny Hadinata Managing Director Nextgen Indonesia saat peresmian kerja sama NEXTGEN dan Claroty di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2024.
Sanny yakin, kerja sama ini membuat mereka semakin kuat menjaga keamanan digital para klien. “Kerja sama ini juga akan memperkuat organisasi di Indonesia untuk mengatasi tantangan keamanan siber secara efektif,” tambahnya.
Claroty mampu memberikan perlindungan dari berbagai jenis sistem siber-fisik dalam Extended IoT (XIoT), seperti Operational Technology (OT), Internet of Medical Things (IoMT), dan commercial IoT, termasuk Building Management Systems (BMS).
“Kombinasi NEXTGEN dan Claroty yang hadir dengan platform Cyber Physical System memungkinkan lebih banyak organisasi yang mampu melindungi lingkungan XIoT yang lebih kompleks dengan efektif dan efisien,” papar Derek Teo, Distribution Sales and Strategic Alliance Director APJ Claroty.
Baca Juga: Penipuan Transaksi Elektronik Marak, Ini 4 Tips Aman Transaksi Dengan Fintech
Di era industry 5.0, organisasi dan individu mau tidak mau bekerja berdampingan. Maka solusi keamanan siber sudah tidak bisa ditawar. Kemampuan go-to-market NEXTGEN Group di pasar Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina menjadi pondasi yang memudahkan Claroty untuk menyediakan solusi XIoT yang komprehensif bagi industri manufaktur, kesehatan, dan komersial.
Di kesempatan yang sama, Wendy O’Keeffe, EVP Asia NEXTGEN mengungkapkan hubungan antara keamanan IT dan solusi Cyber Physical System yang mengalami peningkatan selama dua tahun terakhir. “Peningkatan ini dapat membawa solusi yang saling melengkapi untuk menjaga Cyber Physical System bagi organisasi di Asia Tenggara. Claroty menawarkan rentang Kemampuan terluas dari vendor mana pun dalam mengamankan semua Cyber Physical System, termasuk asset and change management, risk and vulnerability management, network protection, threat detection, device efficiency, dan secure remote access controls”.
