Seiring dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, tuntutan aplikasi dan beban kerja modern juga meningkat. Hal ini membuat artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) menjadi teknologi yang paling banyak dibicarakan di seluruh dunia. Walau tidak sama, tapi AI dan ML tidak terpisah. AI mencakup ML dalam setiap kinerjanya.
Banyak perusahaan berlomba mengaplikasikan inovasi ini untuk membangun mesin dan aplikasi cerdas. AI dan ML berpadu untuk membantu manusia dalam menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Mereka bisa mengambil alih semua pekerjaan yang dilakukan secara berulang.
Baca Juga: AMD Ryzen 8000G Dan Kartu Grafis Radeon RX 7600 XT Resmi Meramaikan Pasar Indonesia
Itulah mengapa, banyak pabrikan PC di dunia berani mengucurkan banyak dana investasi untuk mengembangkan AI. Padahal, beberapa tahun belakangan, bisnis PC sedang turun. Namun, kehadiran produk AI generatif seperti ChatGPT dari OpenAI dan Ernie Bot dari Baidu dianggap sebagai pemicu industri PC mengalami rebound.
Firma riset International Data Corporation (IDC) mempredisksi pasar PC global pulih di tahun 2024 seiring tingginya permintaan PC dengan AI. Puncak pertumbuhan pasarnya akan terjadi di tahun 2027 dengan proyeksi total PC terkirim sampai 285 juta unit.
IDC memperkirakan PC AI akan mewakili hampir 60% dari seluruh pengiriman PC di seluruh dunia. “Janji-janji seputar peningkatan produktivitas pengguna melalui kinerja yang lebih cepat, ditambah biaya inferensi yang lebih rendah, serta manfaat privasi dan keamanan pada perangkat, telah mendorong minat yang kuat dari para pengambil keputusan TI terhadap PC AI. Pada tahun 2024, kita akan melihat pengiriman PC AI mulai meningkat,” kata Tom Mainelli dari IDC.
Sebagai produsen PC, Advanced Micro Devices, Inc. atau AMD menyadari tren ini. Mereka telah siap untuk bersaing ketat dengan NVDIA dan Intel dalam menghadirkan teknologi AI. Menurut Brando Lubis, Commercial Lead AMD Indonesia, pihaknya terus berinovasi supaya PC AI mereka bisa semakin, “Mempercepat waktu beban kerja, memperluas jangkauan, dan bahkan penurunan biaya operasional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan pengguna,” katanya dalam Media Briefing di Jakarta, Senin, 25 Maret 2024.
Baca Juga: Kebutuhan Semikonduktor Untuk Mobil Tinggi, Bagaimana Peluang Indonesia?
Di kesempatan tersebut, Brando memperkenalkan seri Ryzen Pro 7040, telah meluncurkan perangkat dengan chip yang dirancang khusus untuk kemampuan AI. Selain AI engine, Ryzen Pro 7040 turut dibekali fitur-fitur unggulan lain seperti core CPU “Zen 4” yang dibuat dengan teknologi fabrikasi 4nm, dan pengolah grafis terintegrasi berbasis arsitektur RDNA 3 seperti GPU Radeon seri 7000.
Kombinasi CPU Zen 4 4nm dan GPU RDNA 3 di Ryzen Pro 7040 membuat AMD lebih berkinerja sekaligus lebih irit daya dibandingkan kompetitornya. AMD mengklaim chip baru ini dapat memberikan keuntungan bagi Apple karena mengungguli prosesor M2 MacBook Air 2022 dalam “kinerja aplikasi” hingga 75 persen. Juga mengalahkan Intel Core i7-1360P seperti yang tergambar pada tabel di bawah ini.


Pada kesempatan tersebut, AMD juga menampilkan jajaran prosesor server EPYC Generasi Keempat dalam yang tertanam pada laptop premium dan mobile workstation Windows 11 kelas komersial. Prosesor ini bertenaga prosesor x86 dengan tetap memperhatikan efisensi dayanya.
AMD juga mempresentasikan prosesor AMD EPYC Generasi Keempat yang dibangun di atas core “Zen 4.” Artinya, memungkinkan pelanggan memodernisasi data center mereka untuk mendorong wawasan yang dapat ditindaklanjuti demi hasil bisnis yang lebih baik. Karena prosesor ini memberikan performa hingga 2,8X lebih baik namun dengan daya hingga 54 persen lebih sedikit.
Terbaru, AMD prosesor AMD EPYC 8004 Series. Produk ini menghadirkan core “Zen 4c” ke dalam CPU. Core yang efisien dan soket SP6 baru tersebut menghadirkan fitur memori dan I/O yang efisien sehingga dapat memberikan keunggulan kinerja SPECpower per watt sistem hingga 2x lebih baik dibandingkan dengan model jaringan teratas dari kompetitor.
Pasar yang tinggi terhadap AI engine di PC dan produsen PC yang berlomba-lomba menciptakan prosesor cerdas harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia. Untuk itu, AMD menggandeng Universitas AMIKOM. Sekolah tinggi yang berlokasi di Yogyakarta itu merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang merasakan manfaat perkembangan teknologi AI bagi dunia pendidikan. Hal itu terjadi berkat kerja samanya dengan AMD.

Universitas AMIKOM juga menjadi Universitas pertama yang mengaplikasikan AMD Ryzen 7000 series terbaru. Selain itu, universitas ini juga telah menggunakan solusi PC Desktop bertenaga AMD Ryzen mulai tahun 2018. Untuk PC di laboratorium, AMD menyediakan prosesor AMD Ryzen 7, AMD Ryzen 9 dan Threadripper. Hingga kini, total lebih dari 500 PC dari berbagai lab bertenaga prosesor AMD.
AMD cukup percaya diri bermain di sektor chip AI untuk pusat data. AMD bersaing dengan Intel (INTC) dalam pembuatan unit pemrosesan pusat, atau CPU, untuk komputer pribadi dan server. Ia juga menyaingi Nvidia di pasar unit pemrosesan grafis, atau GPU, untuk PC, konsol game, dan pusat data. Bisa dikatakan, saat ini AMD fokus membuat chip untuk aplikasi AI, pasar yang dipimpin Nvidia. Banyak orang berpandangan, AMD mendapat manfaat karena menawarkan pelanggan alternatif selain Nvidia.
Usaha AMD untuk menyodok sang pemimpin pasar tampak serius ketika menyelesaikan akuisisi Xilinx pada tahun 2022. Di tahun yang sama AMD mengakuisisi startup komputasi terdistribusi Pensando Systems. Bergabungnya Xilinx dan Pensando Systems membuat kemampuan pusat datanya AMD meningkat pesat. Tampaknya, AMD ingin orang-orang mengingat bahwa Nvidia bukan satu-satunya perusahaan yang menjual chip AI.