You are here
Home > Highlighted > Intel Setia Bayangi AMD di Sektor Superkomputer

Intel Setia Bayangi AMD di Sektor Superkomputer

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Frontier resmi menyandang predikat superkomputer tercepat di dunia versi TOP500. Ada peran besar AMD di baliknya. Namun, kompetitor lain terus membayangi. Ada Intel dan NVIDIA.

Superkomputer atau high performance computing (HPC) merupakan jenis komputer yang memiliki kemampuan pemrosesan yang sangat tinggi. Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan daya komputasi yang sangat besar. Mereka dirancang khusus untuk melakukan pemodelan kompleks, simulasi, analisis data besar, dan tugas komputasi intensif lainnya.

Baca Juga: AMD EPYC 7003 Series Bakal Menyokong Kinerja NSCC, Supercomputer Terkencang Di Singapura

Dalam ajang ISC High Performance 2024, Frontier kembali dikukuhkan sebagai yang tercepat karena punya skor High-Performance Linpack (HPL) sebesar 1,2 exaflops berdasarkan daftar Top500 terbaru. Frontier dirancang oleh institusi prestise Oak Ridge National Laboratory (ORNL) yang disponsori oleh Departemen Energi Amerika Serikat.

Frontier yang ditenagai oleh CPU AMD EPYC dan GPU AMD Instinct itu mempertahankan gelarnya tiga tahun berturut. “APU AMD Instinct MI300A menetapkan langkah untuk inovasi, memberikan kinerja terdepan dan efisiensi untuk beban kerja kritis yang berada pada konvergensi HPC dan AI,” ucap Brad McCredie, Corporate Vice President and General Manager, Data Center and Accelerated Processing, AMD.

AMD kini mendukung 156 superkomputer dalam daftar Top500 terbaru. Artinya ada peningkatan 29 persen dari tahun sebelumnya. Serta 157 sistem dalam daftar Green500 yang terdiri dari supercomputer paling efisien di dunia.

Menurut catatan Josh Norem, Frontier dengan AMD masih belum berhasil dilangkahi Aurora, superkomputer dengan tenaga Intel. Sekalipun demikian, Aurora yang dipasang di Laboratorium Nasional Argonne akhirnya berhasil melampaui penghalang exascale. Sebelumnya, hanya sistem Frontier AMD yang mampu mencapai tingkat kinerja tersebut.

Baca Juga: Beban SAP – Google Cloud Jadi Enteng Berkat AMD EPYC

Namun, AMD tidak bisa kipas-kipas. Pasalnya, Aurora Intel mampu menjadi superkomputer AI tercepat di dunia pada 10,61 “AI exaflops”. Superkomputer Intel Aurora menggunakan CPU Sapphire Rapids Xeon dan 63.744 GPU Ponte Vecchio. Ketika sudah beroperasi penuh akhir tahun ini, Intel yakin sistem ini pada akhirnya akan mampu melewati batasan 2 exaflop.

AMD sudah punya produk andalan yang dipersiapkan untuk berhadapan dengan pesaingnya. Masih di tahun ini, AMD punya El Capitan yang diharapkan menawarkan kinerja 2 exaflops. Bergabung dengan Frontier di daftar Top500, El Capitan berada di jalur yang tepat untuk melampaui 2 exaflops dengan kinerja presisi ganda. El Capitan menjadi superkomputer kedua yang melampaui penghalang exaflop yang ditenagai oleh AMD.

Nvidia tampil di antara AMD dan Intel. Dia tidak ingin ketinggalan pesta dengan menunjukkan ada sembilan superkomputer di seluruh dunia kini menjalankan kombinasi CPU+GPU Grace Hopper. Jadi, perlombaan superkomputer akan menjadi semakin seru di tahun-tahun mendatang, terutama karena kinerja AI menjadi pertimbangan utama.

Foto: CEO AMD Lisa Su sedang memberi sambutan pada peresmian pembangunan Frontier Supercomputer di institusi prestise Oak Ridge National Laboratory (ORNL) – Sumber: Wikimedia

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
http://www.onetech.id

Leave a Reply

Top