Frontier resmi menyandang predikat superkomputer tercepat di dunia versi TOP500. Ada peran besar AMD di baliknya. Namun, kompetitor lain terus membayangi. Ada Intel dan NVIDIA. Superkomputer atau high performance computing (HPC) merupakan jenis komputer yang memiliki kemampuan pemrosesan yang sangat tinggi. Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan daya komputasi yang sangat besar. Mereka dirancang khusus untuk melakukan pemodelan kompleks, simulasi, analisis data besar, dan tugas komputasi intensif lainnya. Baca Juga: AMD EPYC 7003 Series Bakal Menyokong Kinerja NSCC, Supercomputer Terkencang Di Singapura Dalam ajang ISC High Performance 2024, Frontier kembali dikukuhkan sebagai yang tercepat karena punya skor High-Performance Linpack (HPL) sebesar 1,2 exaflops berdasarkan daftar Top500 terbaru. Frontier dirancang oleh institusi prestise Oak Ridge National Laboratory (ORNL) yang disponsori oleh
Tag: intel
Setelah 15 Tahun AMD Ungguli Intel di CPU Desktop
Untuk kali pertama dalam lima belas tahun, AMD berhasil melampaui Intel dalam hal pangsa pasar CPU desktop global. Hal tersebut diungkap dari hasil survei PassMark. Hasil benchmarking PassMark Software, pemimpin dalam benchmark PC, terbaru untuk Q1 2021 menunjukkan AMD mengambil 50,8 persen pangsa pasar CPU desktop di seluruh dunia. Intel hanya mendapat porsi 49,2 persen. Baca Juga: Intel Gigit Balik AMD Dengan Tiger Lake Bersama Beberapa Laptop OEM Hasil ini menunjukkan bahwa Tim Merah kembali menjadi nomor satu setelah terakhir kali digenggam pada kuartal pertama 2006. Kala itu, perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, AS itu unggul 53,9 persen, yang sayangya hanya bertahan dalam satu kuartal. Namun hasil berbeda untuk segmen laptop dan server. Intel mencatat capaian mencolok dengan 83,8 persen untuk pasar laptop, sedangkan
Intel Gigit Balik AMD dengan Tiger Lake bersama Beberapa Laptop OEM
Persaingan AMD dan Intel semakin seru. Dua produsen semikonduktor itu saling adu klaim terbaik untuk produk terbarunya. Intel kini mencoba menggigit balik AMD melalui Inter Core Tiger Lake. Sebelumnya, CEO AMD Lisa Su mengklaim bahwa teknologinya telah berada di atas Intel. Bahkan untuk semakin memperkuat senjata dalam perang teknologi menghadapi Intel dan Nvidia, AMD telah mengambil keputusan strategis dengan mengakuisisi Xilinx senilai USD35 miliar. Seakan tak mau kalah, Intel balik menyerang dengan Intel Core Generasi ke-11. Prosesor terbaru dengan sebutan Tiger Lake itu diklaim paling moncer karena bisa diajak produktif, ngegame, berbagai kerja kreatif sampai akses internet yang mampu menjangkau 5G. CPU Tiger Lake juga hadir dengan grafis Xe terintegrasi baru dari Intel yang menawarkan 96 CU dan kecepatan clock hingga
AMD Akuisisi Saingannya Xilinx, Bagaimana Nasib Intel?
Advanced Micro Devices atau AMD sepakat membeli pesaingnya Xilinx Inc., dalam bentuk saham sebesar USD35 miliar atau sekitar Rp 513 triliun. Kesepakatan itu diumumkan pada Rabu, 28 Oktober 2020. Penggabungan dua perusahaan akan menghasilkan total 13.000 karyawan. Kesepakatan ini diharapkan akan rampung pada akhir 2021. Bagi AMD, langkah strategis ini dibuatnya sekaligus ingin menghadang Intel dan Nvidia di industri semikonduktor. "Akuisisi kami terhadap Xilinx menandai langkah kami untuk menjadi pemimpin industri komputasi berkinerja tinggi dan menjadi mitra perusahaan teknologi terbesar dan terpenting di dunia," kata Lisa Su, CEO AMD dikutip dari CNN. Baca Juga: Tantang Nvidia, AMD Rilis Radeon RX 6000 Series Menurut The New York Times, AMD berencana menggunakan akuisisi ini untuk memperluas bisnisnya menjadi chip untuk pasar komunikasi nirkabel 5G dan elektronik



