You are here
Home > Highlighted > Fujisoft Gandeng AMD Buat Otomatisasi di Pabrik dan Gudang

Fujisoft Gandeng AMD Buat Otomatisasi di Pabrik dan Gudang

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Perusahaan teknologi asal Jepang, Fujisoft, mengembangkan sistem keamanan fisik berbasis kecerdasan buatan (AI) menggunakan platform AMD Embedded+ dari AMD.

Sistem tersebut dirancang khusus untuk lingkungan industri modern. Terlebih, saat ini kebutuhan otomatisasi di pabrik dan gudang semakin tinggi. Bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga isu keamanan menjadi perhatian serius.

Baca Juga: AMD dan Upstage Dorong Kemandirian AI Korea Selatan

Platform besutan AMD atau Advanced Micro Devices tersebut menggabungkan fleksibilitas teknologi FPGA dengan performa tinggi prosesor x86, sehingga mampu menghadirkan solusi yang efisien dan adaptif.

“Dengan menggabungkan teknologi embedded adaptif dan x86 dalam satu solusi terpadu, platform AMD Embedded+ sepenuhnya memanfaatkan kekuatan Fujisoft dalam pengembangan software dan hardware,” ujar Naoya Yanagitsubo, manager Fujisoft.

Yanagitsubo mengungkap, melalui diskusi bersama para pelanggan, mereka telah mengidentifikasi tantangan-tantangan spesifik. “Dan kami percaya bahwa Embedded+ berada pada posisi yang tepat untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah tersebut.”

Baca Juga: Naver Cloud dan AMD Kembangkan Infrastruktur AI Generasi Baru

Berbeda dengan sistem keamanan konvensional yang hanya mengandalkan deteksi gerakan, solusi yang dikembangkan Fujisoft ini memanfaatkan teknologi pengenalan gambar berbasis AI. Pendekatan ini memungkinkan sistem mendeteksi objek atau aktivitas dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi sekaligus mengurangi kesalahan deteksi (false positive).

Unit demonstrasi dari sistem ini telah rampung pada tahun 2025 dan saat ini sedang dalam tahap penyempurnaan sebelum diluncurkan secara lebih luas ke pasar.

Baca Juga: AMD dan Samsung Bergandeng Tangan Membangun Teknologi AI

Di dalamnya, sistem ini mengintegrasikan prosesor AMD Ryzen Embedded dan chip adaptif Versal adaptive SoC. Kombinasi ini memungkinkan pemrosesan AI secara cepat (low latency) serta efisien, sekaligus menyederhanakan desain sistem dan mempercepat kesiapan produk untuk dipasarkan.

Dengan kemampuan deteksi yang lebih cerdas dan respons yang cepat, solusi seperti ini diharapkan dapat membantu perusahaan mengurangi risiko kecelakaan, pencurian, maupun gangguan operasional di tengah era otomatisasi yang terus berkembang.

Foto: AMD

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
http://www.onetech.id

Leave a Reply

Top