Computex 2024 menjadi ajang pembuktian AMD dan Nvidia sebagai produsen semikonduktor AI terbesar di dunia. Terlebih AI menjadi game changer di dunia bisnis.
Tema yang diangkat pada pameran komputer terbesar di dunia itu pun sejalan dengan tren AI, yakni “Connecting AI.” Computex digelar di Taiwan, 4-7 Juni 2024 dengan mengundang lebih dari 1.500 peserta dari seluruh dunia.
Baca Juga: Peluang Pelaku UMKM Manfaatkan AMD EPYC 4004 Series
Produk AMD dan Nvidia paling dinantikan dalam gelaran tersebut. Keduanya menjadi pemain kunci di tengah booming AI. Baik CEO AMD Lisa Su maupun CEP Nvidia Jensen Huang, mereka menyusun peta jalan perusahaan mereka untuk generasi semikonduktor AI saat tampil di Computex 2024. Nvidia dan AMD terkenal dengan unit pemrosesan grafis (GPU) yang mendukung pusat data AI seperti GPT, OpenAI, dan Gemini Google.
Kompetisi AMD dan Nvidia terbilang unik. Jensen Huang dan Lisa Su bertarung di tempat asal mereka, Taiwan. Keduanya adalah generasi pertama Amerika yang berasal dari kota Tainan, Taiwan selatan. Hubungan mereka juga terbilang dekat karena memiliki pertalian saudara sebagai sepupu jauh.
Sebelum Computex dibuka, 2 Juni 2024, Huang mengumumkan platform chip AI yang disebut “Rubin.” Diperkirakan akan meluncur pada tahun 2026. Kurang dari tiga bulan sebelumnya, Nvidia meluncurkan semikonduktor AI bernama Blackwell. Saat ini belum masuk ke pasar.
Menurut Huang, Blackwell dan Rubin sedang dalam pengembangan penuh. Keduanya akan diproduksi dalam rentang satu tahun ini. Blackwell akan tersedia akhir tahun ini bersama Blackwell Ultra pada tahun 2025 dan Rubin Ultra pada tahun 2027.

“Kecepatan peluncuran produk dari Nvidia sangat mencengangkan, bukan hanya karena produknya sangat luar biasa tetapi juga karena mereka meluncurkan atau mengumumkan produk baru setiap enam bulan padahal biasanya standarnya adalah 12 hingga 18 bulan,” kata Cory Johnson, kepala strategi pasar di Futurum Group kepada Observer.
Pada pembukaan Computex hari ini, Lisa Su menghadirkan beberapa mitra AMD. Dalam paparannya, seperti Nvidia, AMD berencana mengembangkan prosesor AI pada rentang satu tahun ini. Tahun lalu, AMD sudah meluncurkan AMD Instinct MI300X. Di kuartal keempat tahun 2024, AMD telah menyiapkan generasi terbaru yakni MI325X, yang menurut Su lebih cepat dan menawarkan lebih banyak memori. Hal ini akan diikuti oleh seri MI350 pada tahun 2025 dan seri MI400 pada tahun 2026. “Sangat jelas bahwa permintaan akan AI semakin cepat ke depan,” kata Lisa Su.
Selain itu, AMD berencana pada semester kedua tahun 2024 untuk meluncurkan prosesor server AMD EPYC Generasi Kelima. Kemudian menyusul AMD Ryzen AI 300 Series, prosesor mobile generasi ketiga dengan AMD AI. Dan prosesor AMD Ryzen 9000 Series masing-masing untuk laptop dan PC desktop.
Baca Juga: Intel Setia Bayangi AMD Di Sektor Superkomputer
“Ini adalah sesuatu yang sangat menarik bagi AMD karena percepatan adopsi AI mendorong peningkatan permintaan akan platform komputasi kinerja tinggi kami,” kata Lisa Su.
Ia juga menyapa para mitra yang hadir di Computex. “Kami bangga bisa bergabung dengan Microsoft, HP, Lenovo, Asus dan mitra strategis lainnya untuk meluncurkan prosesor desktop dan notebook Ryzen generasi berikutnya, meninjau kinerja terdepan prosesor EPYC generasi berikutnya, dan mengumumkan langkah tahunan baru untuk akselerator AMD Instinct AI,” tambah Lisa Su.
Ke depan, menarik melihat adu inovasi AMD dan Nvidia. Saat ini, AMD berhasil melakukan penjualan semikonduktor bernilai sekitar USD264 miliar. Namun, Nvidia masih dominan karena menyumbang sekitar 70 persen dari penjualan semikonduktor AI dengan nilai pasar mencapai USD2,8 triliun.
Kesuksesan Nvidia telah menjadikan Huang orang terkaya ke-14 di dunia dengan perkiraan kekayaan bersih USD99,8 miliar. Sementara itu, Lisa Su selama lima tahun berturut-turut menduduki peringkat CEO wanita dengan bayaran tertinggi di AS.
Lagi-lagi Cory Johnson melihat dua sosok ini unik, berkompetisi tetapi seperti punya ikatan. “Sungguh menakjubkan, hari ini dalam sejarah dunia, melihat dua orang Amerika yang lahir di Taiwan memimpin inovasi. Inovasi yang benar-benar mengubah dunia. Tapi kini mereka kembali ke Taiwan membicarakannya.”
