Persaingan AMD dan Intel semakin seru. Dua produsen semikonduktor itu saling adu klaim terbaik untuk produk terbarunya. Intel kini mencoba menggigit balik AMD melalui Inter Core Tiger Lake. Sebelumnya, CEO AMD Lisa Su mengklaim bahwa teknologinya telah berada di atas Intel. Bahkan untuk semakin memperkuat senjata dalam perang teknologi menghadapi Intel dan Nvidia, AMD telah mengambil keputusan strategis dengan mengakuisisi Xilinx senilai USD35 miliar. Seakan tak mau kalah, Intel balik menyerang dengan Intel Core Generasi ke-11. Prosesor terbaru dengan sebutan Tiger Lake itu diklaim paling moncer karena bisa diajak produktif, ngegame, berbagai kerja kreatif sampai akses internet yang mampu menjangkau 5G. CPU Tiger Lake juga hadir dengan grafis Xe terintegrasi baru dari Intel yang menawarkan 96 CU dan kecepatan clock hingga
Tag: xilinx
AMD Akuisisi Saingannya Xilinx, Bagaimana Nasib Intel?
Advanced Micro Devices atau AMD sepakat membeli pesaingnya Xilinx Inc., dalam bentuk saham sebesar USD35 miliar atau sekitar Rp 513 triliun. Kesepakatan itu diumumkan pada Rabu, 28 Oktober 2020. Penggabungan dua perusahaan akan menghasilkan total 13.000 karyawan. Kesepakatan ini diharapkan akan rampung pada akhir 2021. Bagi AMD, langkah strategis ini dibuatnya sekaligus ingin menghadang Intel dan Nvidia di industri semikonduktor. "Akuisisi kami terhadap Xilinx menandai langkah kami untuk menjadi pemimpin industri komputasi berkinerja tinggi dan menjadi mitra perusahaan teknologi terbesar dan terpenting di dunia," kata Lisa Su, CEO AMD dikutip dari CNN. Baca Juga: Tantang Nvidia, AMD Rilis Radeon RX 6000 Series Menurut The New York Times, AMD berencana menggunakan akuisisi ini untuk memperluas bisnisnya menjadi chip untuk pasar komunikasi nirkabel 5G dan elektronik

