Popularitas kopi tengah menanjak di Indonesia. Saat kaum muda mendominasi generasi, mereka pun menjadi terdepan menentukan tren rasa kopi. Jumlah konsumsi kopi kita pun semakin tahun terus meningkat. Maka perlu acara tumplek blek pemangku kepentingan terkait kopi di satu acara, seperti BrewFest 2020, untuk meningkatkan industri kopi tanah air. “Tujuan (BrewFest) mengangkat pamor kopi dan teh yang sekarang disebut juga a new coffee,” Ario Fajar, Head of Marketing Toffin saat pembukaan BrewFest di Senayan City Jakarta, 21 Februari 2020. Toffin sendiri adalah distributor mesin kopi internasional. Dalam menyelenggarakan Brewfest 2020, Toffin menggandeng Cikopi.com sampai Minggu, 23 Februari 2020. Gelaran bertajuk Urban Coffee & Tea Festival itu telah berhasil menggabungkan tiga kegiatan sekaligus dalam satu kesempatan yakni Konferensi, Pameran, dan Apresiasi. “Untuk apresiasi kami menggandeng Zomato untuk memilih Best Coffee
Tag: newstechno
Dubes Italia: Teknologi Canggih Pun Perlu Tampil Cantik
Di tengah perkembangan industry 4.0, teknologi semakin canggih. Nyatanya, teknologi yang terkesan teknis juga dituntut untuk tampil elegan. Canggih di dalam tidak cukup, tetapi perlu mendapat sentuhan stylist di luarnya. Inilah kiranya yang dipikirkan pencipta Eagle One, mesin kopi besutan Victoria Arduino. Duta Besar Italia untuk Indonesia, Vittorio Sandalli, secara eksplisit menyebut Eagle One sebagai perwujudan “beauty technology.” Menurutnya, yang hadir dalam acara peluncuran Eagle One di Jakarta, 15 Februari 2020, mesin diciptakan tidak sekadar mengedepankan kemajuan teknologi. Seorang produsen juga harus memperhatian desain mesin tersebut supaya tampak indah dan memiliki karya seni. Maka tidak mengherankan, Eagle One disebut oleh Federico Ippodimonte, South East Asia Manager Simonelli Group Asia Pacific PTE, sebagai salah satu masterpiece Simonelli Group, pemegang merk Victoria Arduino. Indonesia
Qlue Ditinggal Jakarta, Tapi Kini Dipakai Instansi Lain
Qlue sempat menjadi andalan Pemda DKI Jakarta dalam mendukung smart city. Namun, di era Gubernur Anies Baswedan, aplikasi ini mulai ditinggalkan. Uniknya, saat era Ibu Kota berakhir, Qlue dipercaya Pemda lain dan Swasta. Bahkan kini perusahaan besutan Rama Raditya diguyur dana melimpah. Belum lama ini, Qlue mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapatkan suntikan dana dari Venture Capital (VC) milik Telkom melalui MDI Ventures, dimana pendanaan ini dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture. Qlue akan memanfaatkan dana ini untuk memperkuat sumber daya manusia supaya lebih banyak ahli di bidang teknologi dan bisnis. Mereka diarahkan untuk mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT). Harapannya Qlue dapat meningkatkan layanan solusi smart city yang ditawarkan kepada setiap klien. “Misi kami sejak awal adalah untuk


