Netizen Korea Selatan di jagat Twitter mengurangi waktu jelajahnya sejak diambil oleh oleh taipan Elon Musk. Musk yang juga pemilik Tesla, secara resmi menyelesaikan pengambil-alihan Twitter Inc pada Kamis, 27 Oktober 2022. Harga yang disepakati dalam transaksi tersebut mencapai 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp685 triliun. Baca Juga: AMD Di Computex 2021: Tampil Inovatif, Menggandeng Tesla Dan Samsung, Serta Menantang Nvidia Twitter menjadi salah satu media sosial berpengaruh di dunia. Sayangnya, sejak dibeli Musk, pengguna d Korsel menghabiskan lebih sedikit waktu di Twitter dibandingkan dengan bulan sebelum Musk mengambil alih platform media sosial itu. Menurut pelacak data lokal Mobile Index, rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna lokal di Twitter adalah 43,94 menit selama empat minggu dari 28 Oktober hingga 24 November. Artinya, data ini
Tag: news
Perusahaan Teknologi Bersatu Mendukung Kebijakan Imigrasi Joe Biden
Hanya beberapa jam setelah dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, langsung membatalkan sejumlah kebijakan kunci Donald Trump. Beberapa perintah eksekutif sudah ditandatangani, yang membuat petinggi perusahaan teknologi bernapas lega. "Tidak bisa membuang waktu jika menyangkut penanganan krisis yang kita hadapi," cuit Biden dalam perjalanan menuju Gedung Putih menyusul pelantikannya. Sektor yang masuk dalam perintah eksekutifnya adalah perubahan iklim, imigrasi, dan hubungan rasial. Khusus imigrasi, Biden telah berikrar untuk: Mencabut larangan Trump terhadap warga negara mayoritas Muslim untuk memasuki wilayah AS; Menghentikan pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko. Selain itu, Biden kabarnya akan mengumumkan undang-undang di hari pertamanya saat menjabat untuk memberikan jalan menuju kewarganegaraan AS bagi jutaan warga imigran. Hal ini terkait dengan janjinya saat kampanye yang mengatakan bahwa sekitar 11 juta imigran di
Dubes Italia: Teknologi Canggih Pun Perlu Tampil Cantik
Di tengah perkembangan industry 4.0, teknologi semakin canggih. Nyatanya, teknologi yang terkesan teknis juga dituntut untuk tampil elegan. Canggih di dalam tidak cukup, tetapi perlu mendapat sentuhan stylist di luarnya. Inilah kiranya yang dipikirkan pencipta Eagle One, mesin kopi besutan Victoria Arduino. Duta Besar Italia untuk Indonesia, Vittorio Sandalli, secara eksplisit menyebut Eagle One sebagai perwujudan “beauty technology.” Menurutnya, yang hadir dalam acara peluncuran Eagle One di Jakarta, 15 Februari 2020, mesin diciptakan tidak sekadar mengedepankan kemajuan teknologi. Seorang produsen juga harus memperhatian desain mesin tersebut supaya tampak indah dan memiliki karya seni. Maka tidak mengherankan, Eagle One disebut oleh Federico Ippodimonte, South East Asia Manager Simonelli Group Asia Pacific PTE, sebagai salah satu masterpiece Simonelli Group, pemegang merk Victoria Arduino. Indonesia
Qlue Ditinggal Jakarta, Tapi Kini Dipakai Instansi Lain
Qlue sempat menjadi andalan Pemda DKI Jakarta dalam mendukung smart city. Namun, di era Gubernur Anies Baswedan, aplikasi ini mulai ditinggalkan. Uniknya, saat era Ibu Kota berakhir, Qlue dipercaya Pemda lain dan Swasta. Bahkan kini perusahaan besutan Rama Raditya diguyur dana melimpah. Belum lama ini, Qlue mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapatkan suntikan dana dari Venture Capital (VC) milik Telkom melalui MDI Ventures, dimana pendanaan ini dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture. Qlue akan memanfaatkan dana ini untuk memperkuat sumber daya manusia supaya lebih banyak ahli di bidang teknologi dan bisnis. Mereka diarahkan untuk mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT). Harapannya Qlue dapat meningkatkan layanan solusi smart city yang ditawarkan kepada setiap klien. “Misi kami sejak awal adalah untuk
Di Tengah Debat “Unicorn,” Start Up Qlue Raih Penghargaan
Di tengah hiruk pikuk debat capres yang mengeksploitasi poin "unicorn," salah satu start up besutan anak bangsa Qlue Smart City menyabet penghargaan internasional di The 7th World Government Summit. Inilah bukti nyata dari sebuah kerja keras, tekat kuat mengembangkan inovasi, dan memberi sumbangsih positif bagi banyak orang. "Pencapaian ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus berinovasi dengan mengembangkan teknologi Smart City yang dapat membantu masyarakat sesuai dengan misi Qlue," kata Rama Raditya, pendiri sekaligus CEO Qlue beberapa waktu lalu. Di acara bertema "Shaping Future Government" itu, Qlue diganjar Best Mobile Government Service untuk kategori Public Empowerment. Acaranya sendiri diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada tanggal 10-12 Februari 2019. Hebatnya, Qlue maju ke panggung setelah menyingkirkan 5 nominator lainnya, seperti aplikasi Pakistan Citizen Portal dari negara Pakistan dan NYC 311 dari Amerika Serikat. Panitia penyelenggara sepakat memenangkan Qlue, karena mereka




