Kompetisi Indonesia Esports League (IEL) University Super Series Season 3 sudah selesai. Pertandingan akhir pada 29-30 Mei 2021 telah menetapkan 2 juara, masing-masing untuk gim Dota 2 dan PUBG Mobile. Pada pertandingan yang digelar secara daring tersebut, Tim Universitas Diponegoro Semarang Jawa Tengah berhasil mengalahkan Tim Universitas Surabaya Jawa Timur di sektor Gim Dota 2. Sedangkan Tim Universitas Surabaya harus mengakui keunggulan Tim Telkom University Bandung Jawa Barat pada pertandingan PUBG Mobile. Baca Juga: Walau Pandemi Dan Pendapatan Turun, IEL University 2021 Berjalan "Kami berharap kemenangan para tim di ajang kompetisi Indonesia Esports League University Super Series Season 3 dapat memunculkan bibit-bibit unggul yang berprestasi, juga sebagai sebuah kontribusi kami dalam bidang esports di Indonesia,”kata Harry Kartono, Chief Operational Officer MIX 360 ESPORTS dalam keterangan tertulis yang
Tag: IESPA
Walau Pandemi dan Pendapatan Turun, IEL University 2021 Berjalan
Pandemi Covid-19 masih belum tahu kapan berakhir. Nyaris semua sektor industri kena dampaknya. Bahkan Esports yang merupakan industri game online pun ikut terdampak. Namun, mereka yang bergerak di sektor ini pantang mundur. Dari segi penyelenggaraan esports tidak ada penurunan. Begitu juga dengan jumlah penonton. Artinya, dari sisi ini industri esports tidak terpengaruh oleh pandemi. Namun, pendapatannya secara global turun. Kok bisa? Esports tidak selalu online. Sebelum pandemi, ada banyak acara yang diselenggarakan secara offline. Nah, pendapatan dari acara itulah yang membuat industri ini mengalami penurunan di tengah pandemi. Bisa dikatakan, sampai akhir tahun 2020, tidak ada acara offline esports yang diselenggarakan. Hal ini dirasakan oleh penyelenggara esports di tanah air. MIX 360 ESPORTS yang punya gelaran IEL University Series, selalu punya 2
Hadiahnya Esports Sudah Mengalahkan NBA dan FIFA
Kemajuan teknologi internet semakin memacu pertumbuhan industri e-sports atau olah raga elektronik. Beberapa lembaga survei menunjukkan bagaimana industri ini terus meraja baik di tingkat global maupun di Indonesia. Bahkan, dari segi penghasilan, e-sports sudah mengalahkan olah raga fisik seperti NBA dan FIFA. Pada tahun 2018, lembaga survei Newzoo memprediksi industri e-sports tahun 2018 kemarin mencapai angka US$ 905.6 juta atau setara dengan Rp.12,3 triliun, atau tumbuh 38 persen dari 2017. Pertumbuhan tersebut, 77 persennya atau US$694 juta berasal dari dana investasi langsung (sponsor atau iklan) dan tidak langsung (hak siar media dan lisensi konten). Salah satu contoh pendapatan tidak langsung adalah melalui tayangan pertandingan e-sports di Twitch dan YouTube. Newzoo mencatat ada empat turnamen major di tahun 2018 yang mampu menghasilkan akumulasi hingga 190 juta jam viewers. Keempat event game tersebut adalah League


