AMD mengonfirmasi bahwa U.S. Department of Energy’s (DOE) Laboratorium Nasional Argonne (Argonne) telah memilih prosesor AMD EPYC untuk menyokong Polaris, sebuah supercomputer baru. Ini akan memungkinkan para ilmuwan dan pengembang untuk menguji dan mengoptimalkan kode perangkat lunak dan aplikasi untuk menangani berbagai kecerdasan buatan (AI), rekayasa dan proyek ilmiah yang direncanakan untuk superkomputer exascale yang akan datang, Aurora, sebuah kolaborasi bersama antara Argonne dan Hewlett Packard Enterprise (HPE). Polaris akan menggunakan Prosesor EPYC Generasi Kedua dan kemudian ditingkatkan ke Prosesor AMD EPYC Generasi Ketiga. “Prosesor server AMD EPYC terus menjadi pilihan utama untuk penelitian HPC modern, memberikan kinerja dan kemampuan yang dibutuhkan utuk membantu memecahkan masalah kompleks yang akan ditangani oleh komputasi pra-exascale dan exascale,” kata Forrest Norrod, Senior Vice President and
Tag: HewlettPackardEnterprise
Inilah Keunggulan dan Testimoni AMD Instinct MI100
AMD Instinct MI100 baru diklaim menjadi GPU HPC terkencang di dunia. Dan GPU server x86 pertama yang melampaui hambatan performa 10 teraflop (FP64). Dikombinasikan dengan CPU AMD EPYC dan platform software terbuka ROCm 4.0, MI100 dirancang untuk mendorong penemuan baru menjelang era exascale. Apalagi disokong platform komputasi akselerasi baru dari Dell, Gigabyte, HPE, dan Supermicro. “Saat ini AMD mengambil langkah depan yang besar dalam perjalanan menuju komputasi exascale saat kami mengungkap AMD Instinct MI100 - GPU HPC terkencang di dunia,” kata Brad McCredie, Corporate Vice President, Data Center GPU and Accelerated Processing, AMD pada rilis yang diterima Selasa, 17 November 2020. Akselerator terbaru ini bila dikombinasikan dengan platform software terbuka AMD ROCm akan memberikan daya yang unggul bagi para ilmuwan dan peneliti untuk

