SAP menggandeng AMD EPYC untuk menjalankan mesin virtual (VM) Google Cloud N2D sebagai bagian operasi pengiriman cloud ERP untuk RISE with SAP. Kolaborasi 3 raksasa teknologi ini memenuhi harapan pelanggan. Baca Juga: AMD Hadirkan Prosesor AMD EPYC Generasi Keempat Hal tersebut diungkap dalam keterangan tertulis yang diterima ONEtech pada Selasa, 11 Juli 2023. Para pelanggan tidak hanya memenuhi kinerja yang dibebankan kepada mereka tetapi juga mendapatkan efisiensi energi, skalabilitas, dan pemanfaatan sumber daya. “Sebagai bagian dari keterlibatan kami dengan Google Cloud dan SAP, SAP telah memilih instans N2D bertenaga CPU AMD EPYC untuk menampung beban kerja software enterprise Business Suite,” kata Dan McNamara, senior vice president and general manager, Server Business Unit, AMD. RISE with SAP membantu memaksimalkan investasi pelanggan dalam infrastruktur cloud. Sedangkan
Tag: GoogleCloud
AMD EPYC Buat Pelanggan Google Cloud Percaya Diri
AMD melalui prosesor AMD EPYC generasi ketiga memperkuat Confidential virtual machines (VMs) baru pada VM N2D dan C2D yang ada di Google Cloud. Inovasi terbaru AMD ini memberikan pelanggan Google Cloud akses ke fitur keamanan yang didukung hardware canggih yang membantu melindungi beban kerja yang sensitif dan beragam. Baca Juga: IBM Pilih Prosesor AMD EPYC Generasi Ketiga Untuk IBM Cloud Bare Metal “AMD telah bekerja secara kolaboratif dengan Google Cloud dan pakar keamanan Google untuk memberikan pelanggan akses ke teknologi keamanan canggih dengan tetap mencapai kinerja tinggi pada beban kerja mereka,” kata Lynn Comp, corporate vice president, Cloud Business Unit, AMD. Dengan prosesor AMD EPYC Generasi Ketiga, Comp melanjutkan, pelanggan dapat menghitung kemampuan beban kerja dan merasa percaya diri dengan keamanan data mereka. Di kesempatan
Kita Bisa Enkripsi Data Sendiri Berkat AMD EPYC
Layanan cloud computing ke depan akan bergeser ke layanan pribadi. Untuk itu, data pribadi yang terenkripsi di cloud computing adalah kebutuhan mutlak. Gerak tren baru ini membuat AMD dan Google meluncurkan Confidential Virtual Machines (VMs). Confidential VMs, sekarang dalam versi beta, adalah produk pertama dalam portofolio Confidential Computing Google Cloud. Sebelumnya, Google Cloud mengenkripsi data saat at-rest dan in-transit. Tetapi, kolaborasi 2 perusahaan teknologi ini membuat pelanggan mampu mengenkripsi data mereka di dalam cloud saat sedang diproses, tidak hanya saat transit (real time encryption-in-use). Inilah terobosan teknologi yang membuka skenario komputasi yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Misalnya memungkinkan terjadinya multi-party computation, yakni situasi di mana organisasi ingin berkolaborasi satu sama lain pada dataset pribadi, sambil melindungi kerahasiaan data. Terkait dengan akses data


