Saat menarik Laptop Dynabook Portégé X30L-G dari kardusnya, saya langsung mencari baterai di sisi lain kardus. Namun tak ditemukan. Rasanya tak mungkin laptop bisa seringan ini, layaknya memegang dummy laptop saja. Nyatanya, laptop yang dirancang untuk pebisnis ini, memang hanya punya bobot 870 gram. Tidak sampai 1 kg! Sangat mudah dibawa rapat dan bertemu klien, tanpa orang menyadari bahwa ada laptop di tas yang kita bawa. Di jajaran laptop ultra tipis nan elit, Portégé X30L-G setidaknya langsung berhadapan dengan McBook Air tahun 2020 (13,3 inci dan 1,29 kg); HP Spectre x360 tahun 2019 (13,3 inci dan 1,32kg); DELL XPS 13 (13,3 inci dan 1,23kg); dan ASUS ZenBook Duo tahun 2019 (12,6 inci dan 1,5 kg). Jika kita lihat, memang layak kalau jebolan
Tag: Dynabook
Dynabook Indikasikan Pasar Laptop di Indonesia Menggiurkan dan Cocok untuk WFH
Produsen laptop Toshiba yang telah berganti baju menjadi Dynabook kembali masuk Indonesia. Setelah memutuskan berhenti produksi dan kembali tahun lalu, di 2020 ini Dynabook berencana hadir melalui Satellite Pro L40-G. Senjata andalan penerus Portégé X30 dan Tecra X40 ini terletak di jeroannya. Ada CPU Intel generasi 10 dan kartu grafis NVIDIA GeForce MX250. Paduan keduanya, ditambah kapasitas memori sebesar 2GB GDDR5, memampukan pengguna melakukan aktivitas multitasking yang berat. Entah buat editing foto, video, serta kebutuhan video conference calls. “Semua perangkat kami dirancang dengan menyesuaikan perubahan konsumen dalam bekerja dan Satellite Pro L40-G adalah perangkat yang dapat memenuhi semua kebutuhan para pekerja untuk tetap produktif sepanjang hari,” kata Wong Wai Meng, General Manager, Product Strategy for Mobile Computing Solutions, Devices & IoT, Dynabook Singapura dalam rilisnya. Tampilan fitur Laptop Dynabook Satellite

