Hanya beberapa jam setelah dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, langsung membatalkan sejumlah kebijakan kunci Donald Trump. Beberapa perintah eksekutif sudah ditandatangani, yang membuat petinggi perusahaan teknologi bernapas lega. "Tidak bisa membuang waktu jika menyangkut penanganan krisis yang kita hadapi," cuit Biden dalam perjalanan menuju Gedung Putih menyusul pelantikannya. Sektor yang masuk dalam perintah eksekutifnya adalah perubahan iklim, imigrasi, dan hubungan rasial. Khusus imigrasi, Biden telah berikrar untuk: Mencabut larangan Trump terhadap warga negara mayoritas Muslim untuk memasuki wilayah AS; Menghentikan pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko. Selain itu, Biden kabarnya akan mengumumkan undang-undang di hari pertamanya saat menjabat untuk memberikan jalan menuju kewarganegaraan AS bagi jutaan warga imigran. Hal ini terkait dengan janjinya saat kampanye yang mengatakan bahwa sekitar 11 juta imigran di
Tag: beritateknologi
H3C Tunjuk PT. ECS Indo Jaya Sebagai Distributor di Indonesia
PT. ECS Indo Jaya (ECS) telah ditunjuk oleh H3C sebagai distributor resminya di Indonesia. Hal ini akan berpotensi membantu negara kita melakukan transformasi digital, yang akan tetap menjadi tren industri ke depan. “Kepercayaan (ini) menjadi bukti nyata manifestasi komitmen ECS untuk memperluas jaringan bisnis perusahaan, sesuai dengan keahlian kami dalam merancang saluran distribusi. Kolaborasi keahlian kami dikombinasikan dengan kualitas produk H3C, akan menjadi solusi bisnis terbaik bagi para mitra bisnis, kata Antonius, Commercial & Enterprise Director of PT. ECS Indo Jaya, dalam press release yang diterima di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2020. Transformasi digital tak bisa kita hindari lagi. Apalagi 5G, IoT, AI, cloud, dan beberapa teknologi mutakhir lainnya terus bergegas. Pandemi Covid-19 yang saat ini dialami seluruh dunia semakin memacu pertumbuhan industri
Kita Bisa Enkripsi Data Sendiri Berkat AMD EPYC
Layanan cloud computing ke depan akan bergeser ke layanan pribadi. Untuk itu, data pribadi yang terenkripsi di cloud computing adalah kebutuhan mutlak. Gerak tren baru ini membuat AMD dan Google meluncurkan Confidential Virtual Machines (VMs). Confidential VMs, sekarang dalam versi beta, adalah produk pertama dalam portofolio Confidential Computing Google Cloud. Sebelumnya, Google Cloud mengenkripsi data saat at-rest dan in-transit. Tetapi, kolaborasi 2 perusahaan teknologi ini membuat pelanggan mampu mengenkripsi data mereka di dalam cloud saat sedang diproses, tidak hanya saat transit (real time encryption-in-use). Inilah terobosan teknologi yang membuka skenario komputasi yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Misalnya memungkinkan terjadinya multi-party computation, yakni situasi di mana organisasi ingin berkolaborasi satu sama lain pada dataset pribadi, sambil melindungi kerahasiaan data. Terkait dengan akses data
Pengen Cuan Lebih, Kopi Harus Kawin dengan Teknologi
Popularitas kopi tengah menanjak di Indonesia. Saat kaum muda mendominasi generasi, mereka pun menjadi terdepan menentukan tren rasa kopi. Jumlah konsumsi kopi kita pun semakin tahun terus meningkat. Maka perlu acara tumplek blek pemangku kepentingan terkait kopi di satu acara, seperti BrewFest 2020, untuk meningkatkan industri kopi tanah air. “Tujuan (BrewFest) mengangkat pamor kopi dan teh yang sekarang disebut juga a new coffee,” Ario Fajar, Head of Marketing Toffin saat pembukaan BrewFest di Senayan City Jakarta, 21 Februari 2020. Toffin sendiri adalah distributor mesin kopi internasional. Dalam menyelenggarakan Brewfest 2020, Toffin menggandeng Cikopi.com sampai Minggu, 23 Februari 2020. Gelaran bertajuk Urban Coffee & Tea Festival itu telah berhasil menggabungkan tiga kegiatan sekaligus dalam satu kesempatan yakni Konferensi, Pameran, dan Apresiasi. “Untuk apresiasi kami menggandeng Zomato untuk memilih Best Coffee
Qlue Ditinggal Jakarta, Tapi Kini Dipakai Instansi Lain
Qlue sempat menjadi andalan Pemda DKI Jakarta dalam mendukung smart city. Namun, di era Gubernur Anies Baswedan, aplikasi ini mulai ditinggalkan. Uniknya, saat era Ibu Kota berakhir, Qlue dipercaya Pemda lain dan Swasta. Bahkan kini perusahaan besutan Rama Raditya diguyur dana melimpah. Belum lama ini, Qlue mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapatkan suntikan dana dari Venture Capital (VC) milik Telkom melalui MDI Ventures, dimana pendanaan ini dipimpin oleh Global Digital Prima (GDP) Venture. Qlue akan memanfaatkan dana ini untuk memperkuat sumber daya manusia supaya lebih banyak ahli di bidang teknologi dan bisnis. Mereka diarahkan untuk mengembangkan produk Artificial Intelligence (AI) dan The Internet of Things (IoT). Harapannya Qlue dapat meningkatkan layanan solusi smart city yang ditawarkan kepada setiap klien. “Misi kami sejak awal adalah untuk




