You are here
Home > Highlighted > Siapa Raja Ponsel di Q2 2024, Samsung Atau Apple?

Siapa Raja Ponsel di Q2 2024, Samsung Atau Apple?

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Perusahaan riset Canalys menahbiskan Samsung sebagai raja ponsel di dunia sepanjang kuartal kedua (Q2) 2024. Inovasi produk memegang peran penting.

Baca Juga: Tahun 2050 Samsung Janji Ponsel Galaxy Pakai Plastik Daur Ulang

Berdasar laporan Canalys tampak pengapalan ponsel sepanjang April hingga Juni mencapai 288,9 juta unit, angka ini naik 12% dari Q2 2023. Sepanjang tahun diprediksi pertumbuhan pasar ponsel pintar secara keseluruhan dibandingkan dengan 2023.

Samsung yang menduduki posisi pertama berhasil mengirimkan 53,5 juta unit HP ke seluruh dunia. Jika dibanding periode yang sama tahun lalu hanya mengalami peningkatan 1%, membuat raksasa teknologi asal Korsel punya pangsa pasar 19%.

Apple berada di posisi kedua dengan market share 16%. Perusahaan berbasis di Cupertino ini mengapalkan 45,6 iPhone selama Q2 2024, meningkat 6% dari Q2 2023.

Xiaomi mencatat kenaikan tahunan tertinggi mencapai 27%. Canalys menyebutkan ada 42,3 juta HP yang dikirim Xiaomi ke seluruh dunia membuatnya punya pangsa pasar 15%.

Vivo berada di posisi keempat dengan mengapalkan 25,9 juta HP. Naik 19% dari Q2 2023 membuat pangsa pasarnya menjadi 9% dari sebelumnya 8%.

Sebagai juru kunci ada Transsion yang membukukan 25,5 juta unit HP, terdiri dari brand Tecno, Infinix dan Itel. Naik 12% dari tahun sebelumnya bikin market share 9%.

Menurut Sanyam Chaurasia, Analis Senior Canalys, produsen ponsel fokus pada pengaplikasian kecerdasan buatn (AI – Artificial Intelligence). “Samsung pasti akan fokus pada pengintegrasian ekosistem Galaxy-nya untuk menciptakan proposisi nilai yang kuat bagi konsumen dengan fitur GenAI eksklusif. Apple akan berupaya untuk mempercepat permintaan penggantian di pasar-pasar ini melalui strategi AI-nya.”

Sementara itu, ponsel dari Tiongkok juga tak ketinggalan dalam fitur GenAI. Mereka, khususnya untuk pasar lokal, ingin mengangkat produk ke segmen premium. Yang bertujuan untuk menangkap peningkatan pengeluaran kelas atas dan menerapkan strategi yang sukses di seluruh dunia.

Baca Juga: Nokia Lumia Menolak Mati, Kini Bisa Bongkar Pasang

Bagaimana dengan tahun 2025? Menurut Toby Zhu, Analis Senior Canalys, tahun depan posisinya tidak pasti. “Pada tahun 2025, dengan permintaan konsumen yang tetap tidak pasti, terutama di pasar yang matang, vendor harus fokus pada memberikan pengalaman smartphone yang inovatif untuk menarik pembeli yang ditingkatkan, membangun citra merek yang khas, dan memperkuat operasi lokal untuk memanfaatkan peluang yang muncul.”

Foto: heraldm.com

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
http://www.onetech.id

Leave a Reply

Top