You are here
Home > Highlighted > Lenovo dan AMD: Infrastruktur Digital Tingkatkan Bisnis 43%

Lenovo dan AMD: Infrastruktur Digital Tingkatkan Bisnis 43%

Facebooktwitterrssyoutubeby feather

Lenovo bersama AMD melakukan studi bertajuk “CIO Technology Playbook 2023” yang menunjukkan bahwa transformasi digital yang cepat akan menaikkan pendapatan sampai 43 persen.

Hal tersebut berlaku untuk perusahaan yang berada di Kawasan Asia Pasifik. Peningkatan pendapatan itu berasal dari produk, layanan, dan pengalaman pelanggan yang terhubung secara digital pada tahun 2027.

Baca Juga: AMD Hadirkan Prosesor AMD EPYC Generasi Keempat

“CIO Technology Playbook 2023” bertujuan menyoroti peluang, tantangan, dan pertimbangan bagi CIO dalam ekonomi berbasis data saat ini untuk membantu melakukan investasi TI yang tepat.  CIO Technology playbook merupakan kajian terhadap lebih dari 900 CIO dan pembuat keputusan TI di Asia Pacific (AP). Hasil yang diamati menunjukkan kekhawatiran di kalangan CIO seputar faktor ekonomi makro yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis pada tahun 2023 dan awal 2024.

Bagi 53 persen responden, ‘inflasi tinggi’ menjadi perhatian utama pada tahun 2023; setengah (50%) dari CIO memberi peringkat ‘harga energi tinggi’ dan ‘peningkatan harga bahan mentah’ sebagai area tantangan utama lainnya.

Baca Juga: Microsoft Azure Jadi Cloud Publik Pertama Pakai AMD Instinct MI200

Menurut Sumir Bhatia, President – Asia Pasifik, Lenovo ISG, pelaku bisnis menatap tahun 2023-2024 sebagai masa sulit secara ekonomi. Maka, para pemimpin perusahaan tertantang untuk melakukan percepatan transformasi digital. Supaya mereka dapat merespon perubahan kebutuhan industry dengan lebih cepat.

Di kesempatan yang sama, Peter Chambers, Managing Director AMD Asia Pacific dan Japan, berharap bahwa para CIO (Chief Information Officer – eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab dalam manajemen, implementasi, dan penggunaan teknologi dan informasi komputer), dapat mengimplementasikan infrastruktur digital siap masa depan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Dengan wawasan berbasis data yang komprehensif tentang tren utama seperti Artificial Intelligence/Machine Learning, Hybrid/Multi-Cloud dan solusi Data Management, harapan kami adalah para CIO akan lebih siap untuk menghadapi iklim bisnis yang kompetitif dan bergejolak saat ini,” tutur Chambers dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Februari 2023.

Dalam hal prioritas bisnis, bagi 36 persen CIO di Asia, mendorong pendapatan dan pertumbuhan laba adalah prioritas utama. Prioritas berikutnya adalah mendorong pengalaman dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, serta optimalisasi biaya dan penghematan masing-masing untuk 32% responden.    

Baca Juga: AMD Ryzen Sokong Lenovo ThinkStation P620 Untuk Pekerja Profesional

Kemudian, 85 persen organisasi di Asia Pacific setuju bahwa infrastruktur digital sangat penting untuk mencapai tujuan bisnis. Dengan munculnya multi-cloud dan infrastruktur edge yang berkembang pesat, CIO sangat menaruh perhatian pada meningkatnya kompleksitas operasional TI dan meningkatnya permintaan untuk respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan bisnis mereka yang selalu berubah dan berkembang.

Untuk mempercepat transformasi digital (DX) dan memodernisasi infrastruktur TI lama, para CIO menyerukan peningkatan ketahanan dunia maya (peringkat #1 oleh 49% responden di Asia) dan mengotomatisasi manajemen infrastruktur digital (peringkat #2 oleh 47% responden di Asia) sebagai prioritas investasi utama untuk tahun 2023.      

Terkait dengan isu keamanan data, 68 persen organisasi di kawasan ASEAN+ memilih untuk mengembalikan beban kerja dari cloud publik ke cloud pribadi dan/atau data center tradisional dalam 12 bulan terakhir.    

Facebooktwitterpinterestmailby feather
Agung Setiawan
Otak-atik, membaca, menulis dan membagikan seputar teknologi.
http://www.onetech.id

Leave a Reply

Top