AMD Ryzen Pro dengan seri ‘Hawk Point’ 8040 diperluas penggunaannya ke pengguna laptop dan workstation komersial. Sekaligus menawarkan model APU Ryzen 8000 ‘Phoenix’ untuk PC desktop komersial.
Dari rilis yang diterima oleh ONEtech.id AMD memperkenalkan Ryzen Pro 8040 dan Ryzen Pro 8000. Kedua seri prosesor sama-sama dibekali dengan neural processing unit (NPU) XNDA untuk pengolahan AI secara lokal di perangkat dan menyasar kalangan bisnis, tapi di kategori berbeda, yakni desktop dan laptop.
Baca Juga: Masuk Ke Pendidikan, AMD Makin Fokus Garap Komputasi AI
Ryzen PRO 8040 Series diklaim sebagai prosesor x86 tercanggih yang dibuat untuk laptop bisnis dan workstation mobile. Sementara untuk yang kedua, AMD Ryzen PRO 8000 Series, ditahbiskan sebagai prosesor desktop berkemampuan AI pertama untuk pengguna bisnis.
Kedua jajaran prosesor ini hadir dengan AMD Ryzen AI yang dipadukan dengan CPU dan GPU serta NPU (neural processing unit). Teknologi tersebut membuat prosesor ini memiliki kemampuan AI yang bisa dibilang mengesankan. AMD mengklaim, CPU yang menggunakan Ryzen AI ini memiliki kemampuan hingga 16 NPU TOPS dan hingga 39 total sistem TOPS.
Mesin XNDA bawaan AMD mendukung NPU, yang mana membuat AMD mengklaim produknya lebih unggul dibandingkan prosesor Core Ultra Meteor Lake punya Intel yang berkemampuan 11 NPU TOPS. AMD juga mempertahankan keunggulan yang lebih tipis dalam TOPS sistem secara keseluruhan, yang mencakup kekuatan pemrosesan AI CPU dan GPU. AMD mampu hingga 39 TOPS dibandingkan Intel yang 34 TOPS. APU desktop AMD Ryzen 8000 juga memiliki mesin NPU internal yang menghasilkan 16 TOPS, sedangkan Intel belum merilis prosesor untuk PC desktop dengan mesin AI terintegrasi.

Sayangnya, baik AMD maupun Intel untuk saat ini harus mengakui kinerja Microsoft yang bisa mencapai 45 TOPS dari NPU. Rasanya, dalam dunia teknologi capaian ini juga bakal disalip. Tinggal masalah waktu saja. Capaian 45 TOPS membuat Microsoft bisa menjalankan elemen AI dari Copilot. Di lain pihak, Chip Qualcomm Snapdragon X Elite Arm akan debut dengan kinerja 45 TOPS dari NPU-nya pada pertengahan tahun ini. Prosesor M3 Apple memberikan kinerja 18 NPU TOPS.
Ada sejumlah skenario pemanfaatan AI di lingkungan bisnis, misalnya chatbot, image generator, dan aplikasi-aplikasi produktivitas. Banyak layanan AI generatif sebenarnya bisa diakses lewat internet (cloud) tanpa perlu kemampuan pengolahan AI di perangkat, misalnya saja ChatGPT atau DALL-E.
Namun, menurut AMD, kalangan bisnis lebih suka menjalankan AI generatif secara lokal di komputer milik sendiri karena alasan keamanan dan privasi. “Banyak hal yang kita kerjakan bersifat privat. Kita tidak ingin menaruh data (yang bersifat rahasia) di internet,” ujar Ronak Shah, manajer pemasaran AMD, Kamis, 18 April 2024.
Baca Juga: AMD Ryzen 8000G Dan Kartu Grafis Radeon RX 7600 XT Resmi Meramaikan Pasar Indonesia
Inovasi AMD, begitu juga perusahaan sejenis, mampu memberikan keunggulan latensi, kinerja, dan masa pakai baterai untuk aplikasi AI. Sisi efisiensi sungguh menjadi pertimbangan penting setiap kali produk baru meluncur. Namun, untuk mencapai kinerja tersebut memerlukan solusi perangkat lunak yang dipadukan secara erat. Dalam banyak hal, perang inovasi untuk merebut dominasi AI akan bergantung bagaimana produsen chip menggandeng kemitraan pengembang.
Ekosistem AI masih mentah karena para pengembang berupaya memanfaatkan akselerasi NPU dalam produk mereka. Namun AMD, Microsoft, dan lainnya berupaya membangun fondasi yang akan memungkinkan berbagai fitur akselerasi AI dalam perangkat lunak dan Windows. AMD menyebutkan bahwa mereka akan memiliki 150+ kemitraan ISV (independent software vendor) untuk mengembangkan solusi berbasis AI pada tahun 2024. Intel tampak lebih agresif. Sejauh ini mereka memiliki 100 kemitraan ISV dan 100+ IHV (integrated hardware vendor).
Ryzen Pro 8000 masih menggunakan basis arsitektur CPU Zen 4 dan GPU Radeon terintegrasi yang sama seperti lini Ryzen 8000G “Phoenix” untuk konsumen umum. Seri prosesor yang proses fabrikasinya diperbarui dari 5 nm menjadi 4 nm di pabrik TSMC ini terdiri dari delapan model. Kinerjanya termasuk papan tengah dengan opsi jumlah inti CPU 4 buah (8 thread), 6 buah (12 thread) dan 8 buah (16 thread). Model teratasnya adalah Ryzen 7 Pro 8700G, dibekali CPU 8 core (16 thread) dengan kecepatan boost hingga 5,1 GHz, cache total 24 MB, serta TDP 43-65 watt. Di urutan terbawah ada Ryzen 3 8300GE dengan CPU 4 core (8 thread), kecepatan boost hingga 4,9 GHz, cache total 12 MB, dan TDP 35 watt.
Empat model teratas, yakni Ryzen 7 Pro 8700G, Ryzen 7 Pro 8700GE, Ryzen 5 Pro 8600G, dan Ryzen 5 Pro 8600GE, datang dengan kemampuan AI. Sementara, empat model selebihnya, Ryzen 5 Pro 8500G, Ryzen 5 Pro 8500GE, Ryzen 3 Pro 8300G, dan Ryzen Pro 8300GE, tidak memiliki pengolah AI. Prosesor seri AMD Ryzen Pro 8000 rencananya akan mulai tersedia di produk-produk komputer bikinan rekanan OEM AMD seperti HP dan Lenovo mulai kuartal kedua 2024.
Baca Juga: Kebutuhan Semikonduktor Untuk Mobil Tinggi, Bagaimana Peluang Indonesia?
Seperti halnya Ryzen Pro 8000, lini prosesor Ryzen Pro 8040 juga menggunakan arsitektur Zen 4 dengan proses fabrikasi 4 nm dan terdiri dari 8 model. Namun, tingkat TDP masing-masingnya lebih rendah. Model prosesor Ryzen Pro 8040 terbagi dua berdasarkan tingkat TDP. Pertama, prosesor U Series dengan tingkat TDP 15-28 watt untuk laptop, terdiri dari Ryzen 7 Pro 8840U, Ryzen 5 Pro 8640Y, dan Ryzen 5 Pro 8540U. Kedua, prosesor HS Series dengan tingkat TDP 20-28 watt dan 35-54 watt untuk mobile workstation, terdiri dari Ryzen 9 Pro 8945HS, Ryzen 7 Pro 8845HS, Ryzen 7 Pro 8840HS, Ryzen 5 Pro 8645HS, dan Ryzen 5 Pro 8640HS.
Kecuali model terendah Ryzen 5 Pro 8540U, semua prosesor mobile AMD Ryzen Pro 8040 series dibekali dengan NPU untuk menjalankan pengolahan AI. Rincian model selengkapnya dapat dilihat dalam tabel di bawah. Seperti juga Ryzen Pro 8000, berdasarkan keterangan di situs AMD, lini prosesor Ryzen Pro 8040 rencananya akan mulai tersedia di produk-produk bikinan rekanan OEM AMD seperti HP dan Lenovo mulai kuartal kedua 2024.
| Model | Cores/Threads | Boost[i] / Base Frequency | Total Cache | cTDP | Ryzen™ AI |
| AMD Ryzen™ 9 PRO 8945HS | 8C/16T | Up to 5.2GHz/ 4GHz | 24MB | 35-54W | Available |
| AMD Ryzen™ 7 PRO 8845HS | 8C/16T | Up to 5.1GHz/ 3.8GHz | 24MB | 35-54W | Available |
| AMD Ryzen™ 7 PRO 8840HS | 8C/16T | Up to 5.1GHz/ 3.3GHz | 24MB | 20-28W | Available |
| AMD Ryzen™ 7 PRO 8840U | 8C/16T | Up to 5.1GHz/ 3.3GHz | 24MB | 15-28W | Available |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8645HS | 6C/12T | Up to 5.0GHz/ 4.3GHz | 22MB | 35-54W | Available |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8640HS | 6C/12T | Up to 4.9GHz/ 3.5GHz | 22MB | 20-28W | Available |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8640U | 6C/12T | Up to 4.9GHz/ 3.5GHz | 22MB | 15-28W | Available |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8540U | 6C/12T | Up to 4.9GHz/ 3.2GHz | 22MB | 15-28W | N/A |
| Model | Cores/Threads | Boost/ Base Frequency | Total Cache | cTDP | Ryzen™ AI |
| AMD Ryzen™ 7 PRO 8700G | 8C/16T | Up to 5.1GHz/ 4.2GHz | 24MB | 45-65W | Available |
| AMD Ryzen™ 7 PRO 8700GE | 8C/16T | Up to 5.1GHz/ 3.65GHz | 24MB | 35W | Available |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8600G | 6C/12T | Up to 5.0GHz/ 4.35GHz | 22MB | 45-65W | Available |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8600GE | 6C/12T | Up to 5.0GHz/ 3.90GHz | 22MB | 35W | Available |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8500G | 6C/12T | Up to 5.0GHz/ 3.55GHz | 22MB | 45-65W | N/A |
| AMD Ryzen™ 5 PRO 8500GE | 6C/12T | Up to 5.0GHz/ 3.40GHz | 22MB | 35W | N/A |
| AMD Ryzen™ 3 PRO 8300G | 4C/8T | Up to 4.90GHz/ 3.45GHz | 12MB | 45-65W | N/A |
| AMD Ryzen™ 3 PRO 8300GE | 4C/8T | Up to 4.90GHz/ 3.50GHz | 12MB | 35W | N/A |
[i] Boost Clock Frequency is the maximum frequency achievable on the CPU running a bursty workload. Boost clock achievability, frequency, and sustainability will vary based on several factors, including but not limited to: thermal conditions and variation in applications and workloads. GD-150